Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Lumajang, Motim - Terhitung mulai Januari sampai dengan akhir Desember 2017, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Lumajang berhasil mengungkap sedikitnya 129 kasus terdiri dari kasus Narkotika golongan I, Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) serta Minuman Keras (Miras).
AKP Prio Purwandito

Kasat Resnarkoba, AKP Prio Purwandhito, SH menjelaskan, untuk kasus Narkotika jenis sabu berjumlah 33 perkara, tersangka sebanyak 40 orang terdiri dari 38 laki-laki dan 2 perempuan. “40 tersangka itu dijerat UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika diancam hukuman maksimal 20 Tahun penjara,” katanya.

Untuk kasus Okerbaya jenis pil koplo berjumlah 33 perkara, tersangka sebanyak 34 orang semua laki-laki. Akibat perbuatannya, 34 tersangka itu dijerat UURI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dipidana hukuman penjara paling lama 10 Tahun.

Sedang kasus Miras berjumlah 63 perkara dengan 73 tersangka terdiri 67 tersangka laki-laki dan 6 tersangka perempuan. Khusus kasus Miras, semua tersangka tidak ditahan, dikarenakan tergolong Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

Meski tidak ditahan, perkaranya tetap berlanjut hingga ke meja hijau pengadilan Negeri Lumajang. “Selain perkaranya tetap kami sidangkan, para tersangka juga kami berikan pembinaan dengan harapan kedepan tidak lagi berjualan Miras,” ujarnya.

Keberhasilannya dalam mengungkap kasus Narkotika tidak lepas dari peran serta masyarakat yang terus memberikan informasi terkait adanya penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, pil koplo maupun Miras yang terjadi di tengah masyarakat.

“Upaya pemberantasan Narkotika di Lumajang terus kami tingkatkan. Target 2018 Sat Resnarkoba lebih banyak lagi ungkapnya dibanding 2017. Pengungkapan 2017 dibanding 2016 sudah ada kenaikan sekitar 50 persen Mas,” tegas Kasat Resnarkoba.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: