Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

gunung semeru\
Gunung Semeru.
Lumajang, Motim - Gunung Semeru sudah terpantau kembali normal, Senin (8/1). Tidak lagi terlihat guguran awan panas yang seperti terlihat sebelumnya. Seperti diketahui, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengeluarkan awan panas yang meluncur sejauh 1,5 kilometer dari puncak gunung.

Laporan terbaru dari Pos Pengamatan Gunungapi Semeru juga menunjukkan tidak ada peningkatan aktifitas yang signifikan. Namun getaran banjir lahar dingin sempat terekam dengan amplitudo 20 milimeter dan durasi 5.700 detik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi S. Menyampaikan saat ini status Semeru masih tetap di Level II (Waspada). Dengan status ini, untuk masyarakat tetap disarankan tidak melakukan aktivitas 4 kilometer dari puncak.

“Karena dikawatirkan, awan panas yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” katanya.

Lanjutnya, untuk masyarakat di sekitar Daerah Aliran Semeru (DAS) juga dihimbau tetap waspada. Utamanya bagi masarakat yang bermukim di dekat bantaran sungai Besok Bang, Kembar, Kobokan dan Besok Sat.

“Harus selalu waspada terhadap bahaya banjir, dikawatirkan di puncak terjadi hujan lebat,” terangnya.

Sebelumnya, pada Minggu (7/1) pagi, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) itu telah mengeluarkan awan panas guguran sebanyak satu kali. Amplitudo 20 milimeter dan durasi 819 detik.

Posisi luncuran awan panas guguran ini berasal dari tumpukan material lava yang berada satu kilometer dari puncak Semeru. Sementara jarak luncuran dari titik guguran sekitar 1,5 kilometer yang mengarah ke besuk bang dan besuk kembar. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: