Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Soal Pungutan Portal Pasir, Pemkab Tegur Kades dan Camat

Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Lumajang Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum
Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Lumajang Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum
Lumajang, Motim - Persoalan pungutan portal pasir di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro belum selesai. Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah melakukan teguran terhadap kades dan camat setempat. Teguran dimaksudkan agar bisa mengatasi masalah dengan kongkrit, yakni membongkar portal tersebut dan menghentikan aksi pungutan yang dilakukan oleh warga.

Kepala Bagian Hukum Setda Pemkab Lumajang, Ahmad Taufik Hidayat, SH., M.Hum menyampaikan, untuk mengatasi persoalan ini memang sedikit sulit. Karena warga belum paham mengenai aturan yang ada. Selama ini mereka berdalih menarik sumbangan bukan pungutan.

“Tapi secara normatif itu tidak dibenarkan,” kata Taufik pada sejumlah wartawan, Jumat (26/1).

Ia menegaskan, penarikan oleh warga dari pihak lain seharusnya bisa masuk kas. Tentunya dengan transparan serta pengelolahan yang jelas dan bertanggungjawab. Kemudian diperkuat dengan adanya Peraturan Desa (Perdes). Namun sejauh ini masih belum ada Perdes yang mengatur hal ini.

Taufik menilai penarikan sejumlah uang oleh warga kepada sopir kendaraan bermuatan pasir dilakukan secara ilegal. “Jadi pertanggungjawabannya tidak jelas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Jika warga berdalih meminta sumbangan, tentunya juga harus diperkuat denga Perdes dulu. Namun jika yang dimaksud adalah sumbangan, tentu tidak boleh nominal yang ditentukan dalam penarikan.

“Sumbangan boleh sesuai dengan ketentuan, yang jelas namanya sumbangan tidak boleh ada nilai yang ditentukan,” ujarnya.

Langkah yang diambil Pemkab sendiri, sejauh ini adalah dengan upaya persuasi. Karena bagaimanapun juga, yang melakukan tindakan adalah masyarakat Lumajang sendiri. “Tugas kita memberikan pemahaman. Setelah kita tertibkan jangan sampai muncul lagi,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: