Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

desa mlawang, kecamatan klakah
Lumajang, Motim - Diduga sebagai alap-alap sepeda motor, Suyono bin Sugiman (41), warga Dusun Lor Gunung, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, ditangkap oleh petugas gabungan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) dan Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Sabhara) Polres Lumajang.

Dari tangan tersangka, petugas gabungan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim berhasil mengamankan sedikitnya 4 buah sepeda motor yang diduga hasil dari kejahatannya, diantaranya 1 unit sepeda motor Honda Beat rakitan tahun 2009, 1 unit Honda Scoopy warna putih dengan kondisi nomor mesin rusak.

1 unit sepeda motor Yamaha Vega R warna merah rakitan tahun 2011 dan 1 unit sepeda motor Triseda warna putih. “Suyono kami tangkap lengkap dengan BB 4 unit sepeda motor pada Jum’at (5/1), sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Kasat Reskrim, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH kepada Memo Timur.

Tersangka ditangkap bermula dari keterangan sejumlah pelaku pencurian sepeda motor yang lebih dulu berhasil ditangkap oleh Tim Resmob Polres Lumajang yang menyampaikan jika Suyono sering terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor.

Atas dasar itulah, pihaknya terus melakukan upaya penyelidikan guna memastikan keterangan sejumlah pelaku yang kini sudah meringkuk di sel tahanan Polres Lumajang. Beberapa hari kemudian, upaya penyelidikan itu membuahkan hasil. “Kami memperoleh informasi apabila tersangka memiliki 4 unit sepeda motor tanpa surat-surat alias bodong,” ungkapnya.

Pihaknya langsung mencari keberadaan di rumahnya lalu mengepungnya. Begitu dipastikan tersangka berada di rumahnya, pihaknya langsung menggerebeknya dan berhasil menangkap tersangka lengkap dengan BB 4 unit sepeda motor hasil curian.

“Terus kami boyong ke Mapolres Lumajang berikut BB tersebut, untuk proses pemeriksaan juga untuk pengembangan,” ungkapnya lagi.

Saat diperiksa oleh penyidik, pelaku mengaku apabila 4 unit sepeda motor tersebut diperoleh dengan cara mencuri. Ketika ditanya apakah beraksi seorang diri atau ada orang lain yang terlibat, tersangka tidak mau buka mulut.

Akibat perbuatannya itu, Suyono dijerat pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana diancam hukuman penjara maksimal 7 Tahun. “Meski Suyono tak mau buka mulut, tetap kami selidiki guna mengungkap dan menangkap jaringannya,” pungkas Roy.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: