Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Pembukaan Program Keaksaraan Dasar oleh Bupati As’at
Pembukaan Program Keaksaraan Dasar oleh Bupati As’at
Lumajang, Motim - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Siswinarko menyampaikan bahwa saat ini ada 42 ribu orang lebih di Lumajang yang mengalami buta aksara. Jumlah ini berkurang dari yang awalnya ada 74 ribu orang dengan rentang usia 15-59 tahun. Artinya ada penurunan 42 persen atau 31 ribu orang.

Untuk terus mengurangi jumlah warga yang mengalami buta aksara, Pemerintah Kabupaten Lumajang kembali melaksanakan Program Keaksaraan Dasar (KD) di 2018. Program pemberantasan buta aksara tahun ini, mengikutkan 173 kelompok atau 1730 warga belajar yang.

“Difokuskan pada 3 kecamatan dengan tingkat buta aksara yang masih tinggi, yaitu Kecamatan Kedungjajang, Randuagung dan Ranuyoso,” katanya.

Program ini dilaksanakan juga dengan menggandeng PKK. Karena sebagai mitra Pemerintah Daerah, PKK turut serta meningkatkan pendidikan dan ketrampilan keluarga serta pengembangan Keaksaraan Fungsional (KF). Dengan pendampingan melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.

Selain itu, PKK juga meningkatkan pengetahuan dan kemampuan baca tulis, serta membudayakan minat baca masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Sudut Baca bekerja sama dengan instansi terkait.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Lumajang, Hj. Tutuk As’at mengatakan, karena program kerja PKK memiliki kaitan yang erat dengan pemberantasan buta aksara. Ia menegaskan bahwa buta aksara merupakan penghambat bagi individu untuk bisa mengakses informasi dan mengembangkan sikap dan keterampilan.

“Akibatnya penyandang buta aksara tidak mampu beradaptasi dan berkompetensi untuk bisa bangkit dari kemiskinan,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: