Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Sat Lantas mendatangi warga yang tidak mampu.
Sat Lantas mendatangi warga yang tidak mampu.
Lumajang, Motim - Jajaran Sat Lantas Polres Lumajang mendatangi kediaman Suarti, nenek yang hidup sebatang kara di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono. Hal ini sebagai bentuk aksi peduli dari Sat Lantas yang juga memiliki kewajiban bakti sosial.

Satlantas memberikan bantuan paket sembako dan uang tunai kepada nenek yang tinggal sendirian di rumah yang sangat sederhana itu. Tak hanya itu, dokter dari Polres Lumajang juga diajak untuk memeriksa kesehatannya.

Suarti saat ini sudah berusia 69 tahun. Wanita asal Madura ini sudah menetap di Lumajang sejak 30 tahun lalu. Untuk kebutuhan sehari-hari, wanita tersebut menggantungkan diri dari pemberian warga sekitar.

Kasatlantas Polres Lumajang, AKP. Hendry Ibnu Indarto mengatakan, pihaknya memang mempunyai program bakti sosial. Diharapkan dengan program tersebut bisa meringankan beban masyarakat kurang mampu di Lumajang.

“Kegiatan ini tidak akan berhenti di sini aja, kita akan melakukan bakti sosial untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.

Suarti mengucapkan banyak terima kasih lantaran mendapat bantuan sembako dan uang tunai dari Satlantas Polres Lumajang. “Saya senang dan banyak terima kasih kepada pak polisi, semoga jajarannya tetap diberi kesehatan dan tambah rezekinya,” tuturnya.

Sementara itu, Dono Arianto, RT setempat mengatakan, Suarti atau biasa dipanggil Bu Ti sudah menetap semenjak puluhan tahun lalu di tanah tersebut. “Sebelum saya tinggal di sini, bu Ti sudah tinggal di rumah itu,” katanya.

Suarti merupakan warga pendatang dari Madura. Ia bekerja menjadi Pekerja Rumah Tangga di Rumah Sumatiani. Lantaran kasihan, sang majikan membangunkan rumah permanen di lahan setempat.

Namun, Suarti tidak ingin menempatinya, sehingga rumah tersebut disewakan kepada orang lain. “Sukanya tinggal di rumah ini,” ungkap Dono.

Meski hidup sebatang kara, warga sekitar tetap memberikan bantuan kepada Suarti. Bahkan wanita yang tinggal di rumah dengan ukuran 3×3, berdinding bambu anyaman itu, sudah mendapatkan bantuan beras Rastra.

“Dapat suplay beras setiap bulannya, istri saya yang bayar,” terang Dono. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: