Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Aksi Pengrusakan Patung Terjadi di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Patung yang rusak di Pura Mandara Giri Semeru Agung.
Patung yang rusak di Pura Mandara Giri Semeru Agung.
Lumajang, Motim - Aksi pengrusakan patung terjadi di Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Kecamatan Senduro. Ada dua buah patung yang telah diketahui rusak pada sabtu (17/2), lalu. Untuk pelakunya masih belum diketahui.

Dari informasi yang dihimpun, pengerusakan diduga dilakukan saat tengah malam. Pemangku Pura Mandara Giri Semeru Agung, Mangku Muhamad melaporkan, saat perusakan terjadi, penjaga pura sedang terlelap tidur. Patung diketahui sudah rusak saat pagi harinya.

“Malamnya, penjaga ketiduran. Kan sudah tengah malam. Baru besok paginya diketahui ada kerusakan di beberapa bagaian patung,” ujar Mangku Muhamad.

Dua buah patung yang rusak itu berada di depan gerbang mandala utama. Patung yang berada di sebelah kanan gerbang rusak di bagian tangan kiri. Sementara satunya rusak pada bagian tangan yang memegang dada.

Setelah mengetahui kejadian ini, kemudian pihak pura melapor pada Polsek Senduro. Untuk menyelesaikan persolan ini, kata Mangku Muhamad, akan dilakukan koordinasi juga dengan tokoh agama setempat.

“Kami kemudian melaporkannya kepada pihak polsek dan segera berkomunikasi dengan tokoh agama di sini,” ujarnya.

Saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara, petugas telah mengamankan sejumlah alat bukti. “Kami telah mengamankan kapak, beberapa bungkusan komik,” kata Kapolsek Senduro, AKP Jaman.

Saat ini penyelidikan sudah dilakukan oleh Polsek. Keterangan dari sejumlah orang juga sudah didapat. Untuk mengungkap pelaku dan motivasi aksi pengrusakan. “Kita sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” imbuhnya.

Meski ada pengerusakan, Tempat Peribadatan Umat Hindu ini, masih difungsikan secara normal. Tidak ada pengamanan khusus di Pura tersebut. “Kami tetap beribadah sebagaimana biasa, dan kami tidak akan terpengaruh dengan pengerusakan ini,” kata Asmat, salah seorang pemangku pura.

Di kesempatan lain, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M. Kes manyampaikan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan aksi pengerusakan tersebut. Ia juga meminta tidak terlalu dibesar-besarkan masalah ini.

“Masalah di Senduro sudah tidak perlu diviralkan. Kita tidak boleh memperkeruh suasana,” kata dia.

Laporan yang masuk pada dirinya, patung yang dirusak itu memang sangat merugikan pura. Dua buah patung itu merupakan patung dijaga. “Patung itu asli dan kuno,” kata Buntaran. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: