Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Alat Peraga Kampanye (APK) yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang masih belum tercetak dan terpasang. Alasannya karena hingga saat ini masih dalam proses lelang. Sehingga untuk paslon boleh mencetak dan memasang APK lebih dulu sesuai dengan desain dan jumlah yang sudah ditetapkan.

Seperti diketahui, sejak 15 Februari lalu, masa kampanye sudah dimulai. Namun hingga saat ini APK yang difasilitasi oleh KPU masih belum ada yang terpasang. Kemungkinan di bulan depan, APK itu baru terpasang.

Divisi SDM dan Parmas, Muhammad Ridhol Mujib mengatakan, desain dan materi untuk APK sudah diterima dari ketiga pasangan calon (paslon). KPU juga sudah menyetujui desain tersebut yang digunakan untuk baliho, umbul-umbul, dan spanduk.

Fasilitas APK yang disediakan oleh KPU memang sedikit terlambat. Oleh karenanya pihak paslon diperbolehkan mencetak dan memasang APK sesuai dengan desain yang disetujui itu. Jumlahnya sesuai dengan Peraturan KPU, tidak boleh lebih dari 150 persen.

Dari pantauan di lapangan, memang terlihat ada sejumlah APK dari paslon yang sudah mulai terpasang. “Yang beredar itu sesuai dengan materi yang kita terima. Jumlahnya juga harus sesuai dengan PKPU,” ucapnya pada Memo Timur, Kamis (22/2).

Dijelaskan, untuk baliho, KPU menyediakan 5 buah jadi pihak paslon bisa menggandakan maksimal 8 buah. Untuk umbul-umbul, KPU menyediakan 20 buah di tiap kecamatan, jadi maksimal bisa digandakan 30 buah tiap kecamatan. Sedangkan untuk spanduk disedikan 2 buah tiap desa dan bisa digandakan maksimal 3 buah tiap desa.

Ridhol Mujib menambahkan, proses lelang memakan waktu yang tidak sebentar. Namun kemungkinan paling lambat 20 hari setelah penetapan calon sudah bisa tercetak. “Dua puluh hari kedepan sejak 14 Februari sudah bisa dicetak,” ungkapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: