Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengembangkan bahan pangan lokal berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman). Karena Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang wilayah pertaniannya memiliki potensi besar.

Laporan dari Dinas Ketahan Pangan, wilayah di Lumajang memiliki prospek cukup menjanjikan sebagai penghasil bahan pangan lokal. Diantaranya umbi-umbian, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Namun pengembangan ini bisa maksimal jika masyarakat desa atau petani dapat sepenuhnya menyadari bahwa lahan yang dimilikinya dapat dijadikan sebagai aset besar. Jika lahan mereka dimanfaatkan untuk menanam bahan pangan lokal. Itu juga menjanjikan dan juga menguntungkan petani.

Untuk itu Dinas Ketahanan Pangan gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat. Hal ini juga untuk mengembalikan kesadaran masyarakat bahwa ketersediaan pangan bukan hanya serealia saja.

“Namun ada juga aneka umbi, sayur dan buah yang jika dilakukan pengelolaan yang baik akan menjadi saving yang menjanjikan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ir. Paiman.

Diharapkan hasil sosialisasi yang sudah diberikan pada masyarakat, dapat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehingga bahan pangan dapat terpenuhi, baik bagi negara sampai dengan perseorangan.

“Tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, seimbang, dan terjangkau. Serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat,” ucapnya.

Kemudian dengan terpenuhinya pangan bagi masyarakat yang berbasis B2SA, diharapkan mampu mendukung masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Jadi sebagai sumber karbohidrat bukan hanya dari beras dan terigu.

“Namun juga didukung oleh ketersediaan nutrisi, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam tanaman tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan, pendidikan agribisnis berkelanjutan terus dilakukan bagi kelompok masyarakat dengan menerapkan pertanian berkelanjutan. Untuk pemasaran bisa memanfaatkan teknologi terkini. “Melalui media online,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: