Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Bukti Kerukunan Umat Beragama di Senduro Tetap Solid

Kapolres Lumajang bersama Muspika Senduro juga ketua PHDI Lumajang
Kapolres Lumajang bersama Muspika Senduro juga ketua PHDI Lumajang
Lumajang, Motim - Jelang hari raya Nyepi, kepolisian Polres Lumajang bersama Kodim 0821, Muspika Kecamatan Senduro dan ratusan umat beragama Islam, Hindu dan Kristen, Selasa (20/2), pagi melakukan bersih-bersih di sekitaran Pura Mandhara Giri Semeru Agung Desa/Kecamatan Senduro.

Tak hanya membersihkan Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang merupakan tempat ibadah bagi umat Hindu. Namun, giat bersih-bersih juga dilakukan di Masjid Al-Ula Desa Kandang Tepus dan gereja Pantai Kosta yang terletak di jalan raya arah menuju Desa Burno dan Desa Ranupani.

Camat Senduro, Nanang Tedjo Lelono ketika dikonfirmasi Memo Timur mengatakan, meski masyarakat Kecamatan Senduro terdiri dari berbagai pemeluk agama, namun kerukunan umat beragama masih tetap terpelihara dengan baik.

Dalam giat bersih-bersih tempat ibadah ini, selain mengundang dari jajaran kepolisian, TNI serta perwakilan Kepala Desa (Kades), pihaknya juga mengundang perwakilan tokoh agama Islam, Hindu juga Kristen dan total undangan diperkirakan sekitar 200 orang. Namun, kenyataannya yang hadir dalam giat ini mencapai 450 orang.

“Ini sebagai bukti bahwa kerukunan umat beragama di Kecamatan Senduro tetap solid,” kata Camat Senduro, Nanang Tedjo Lelono saat dikonfirmasi Memo Timur di sela-sela kerja bhakti di sekitaran Pura Mandhara Giri Semeru Agung.

Kegiatan ini sengaja dilakukan lebih awal kata Nanang, bermaksud untuk membantu umat Hindu Kecamatan Senduro utamanya, supaya di sekitar Pura Mandhara Giri Semeru Agung ini bersih, sehingga umat Hindu menjalankan Nyepi merasa nyaman dan aman.

“Rangkaian acara Nyepi cukup banyak. Makanya, giat bersih-bersih dilakukan sekarang Mas,” ucapnya.

Lanjut Nanang, ada tradisi yang membuat kerukunan dalam beragama itu tetap terjaga, yaitu tali silaturahmi. Setiap ada hari besar keagamaan, pemeluk agama yang lain datang ke rumah tetangganya yang sedang merayakan hari besar keagamaan itu untuk mengucapkan selamat.

“Silaturohmi antara umat bergama di Kecamatan Senduro sudah terbina bertahun-tahun. Meski terkadang ada isu yang tidak baik, mereka tetap hidup rukun dan damai,” jelasnya.

Kapolres Lumajang, AKBP Rachmad Izwan Nusi, SIK, MH menuturkan, dalam perayaan Nyepi 17 Maret mendatang, pihaknya akan menerjunkan sedikitnya 1/3 personil Polres Lumajang untuk melakukan pengawalan dan pengamanan.

Dengan 1/3 personil itu diharapkan perayaan Nyepi bisa berjalan lancar aman dan kondusif. “Umat Hindu yang merayakan, kami pastikan merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Kepada masyarakat Kecamatan Senduro, baik yang beragama Hindu maupun beragama lain, Kapolres Lumajang berharap agar tetap saling menghormati supaya kerukunan umat beragama tetap solid.

“Kami juga minta kepada tokoh adat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas selama perayaan serangkaian Nyepi ini berlangsung,” pungkasnya.

Secara terpisah, ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang, Edi Suminto menambahkan, kegiatan peribadatan umat Hindu di Pura Mandhara Giri Semeru Agung tidak terpengaruh dengan adanya pengrusakan terhadap sejumlah patung yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu. Buktinya, setiap pagi, siang maupun malam, umat Hindu dari berbagai daerah seperti Bali, Probolinggo dan Pasuruan, masih tetap berdatangan ke Pura Mandhara Giri Semeru Agung ini untuk beribadah.

“Kami masih merasa aman, karena kerukunan umat beragama di Senduro ini cukup kuat. Apalagi Polisi, TNI juga pemerintah menjamin kami. Dan kami tidak bisa dipecah belah, gara-gara perbuatan iseng dan tidak bertanggungjawab itu,” tambahnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: