Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kepala Dinas Kesehatan dr. Triworo Setyowati
Kepala Dinas Kesehatan dr. Triworo Setyowati
Lumajang, Motim - Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya menyebabkan bencana alam. Seperti banjir, puting beliung, dan longsor. Namun cuaca yang tidak bersahabat juga mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Selain difteri, penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) juga perlu diwaspadai. Karena jumlah penderitanya meningkat saat ini. Sedangkan untuk penderita diare dilaporkan menurun.

Dari laporan Dinas Kesehatan, penderita ISPA di Lumajang hampir merata di semua kecamatan. Karena cuaca buruk juga melanda semua kawasan Lumajang. Tapi sejauh ini belum didapat laporan resmi dari Puskesmas terkait jumlah penderita ISPA yang ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Triworo Setyowati menyampaikan, saat cuaca buruk memang masyarakat sangat rentan terserang penyakit. Utamanya untuk IPSA. Potensi penyebaran penyakit lebih meningkat saat musim hujan. Bakteri dan kuman penyakit lebih mudah menular.

“Saat musim hujan seperti ini batuk dan pilek itu paling banyak,” katanya.

Penyebab lain, tingginya ISPA akhir-akhir ini, kata Triworo, adalah karena musim buah. Bisa saja bakteri penyakit bisa menular lewat sana. Jika buah itu dimakan tanpa dicuci sampai bersih lebih dulu.

Namun di sisi lain Ia mengklaim penyakit diare justru menurun di awal tahun ini. Meskipun Triworo belum bisa menyebutkan angka jumlah penurunan itu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Untuk datanya tidak saya bawa,” katanya saat ditemui di Kantor Pemkab Lumajang, Jumat (2/1).

Selain kedua penyakit itu, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga tetap diantisipasi. Caranya dengan tetap menggalakkan giat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Karena genangan hujan, membuat rentan wabah DBD,” ucapnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: