Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Pesta demokrasi di Lumajang akan berlangsung tahun ini. Ada tiga pasangan calon (paslon) yang bakal maju di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di 2018. Dukungan dan pilihan masyarakat tentunya akan terbagi kepada ketiganya. Atau ada yang memilih tidak mendukung ketiganya alias golput.

Dukungan bagi paslon pasti datang dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat. Tidak terkecuali seorang jurnalis. Namun ada aturan main bagi seorang jurnalis jika hendak mendukung penuh salah satu paslon. Pasalnya jurnalis notabenenya adalah profesi yang independen.

Dewan Pers sendiri telah mengeluarkan aturan bagi jurnalis yang hendak menjadi tim sukses (timses) paslon. Yang bersangkutan harus mengundurkan diri sementara atau bisa seterusnya. Karena jika jurnalis sudah masuk menjadi timses, bukan tidak mungkin bisa mempengaruhi indepedensinya dalam membuat karya jurnalistik.

Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi, mengatakan, aturan ini juga berlaku pada jurnalis yang juga mencalonkan diri menjadi kontestan. “Wartawan yang terlibat jadi tim sukses atau mencalonkan diri harus mundur, bisa sementara atau selamanya,” katanya saat menemui sejumlah Jurnalis di Lumajang.

Lanjutnya, jurnalis memang harus profesional dan harus bekerja sesuai dengan bidangnya. Mereka tidak boleh terjun langsung ke arena politik. Jadi karya jurnalistik mereka harus tetap netral dan independen.

Imam menegaskan, independen yang dimaksud, jurnalis harus bekerja dengan prinsip jurnalistik meski tetap harus menyoroti kontestan politik. “Media harus bisa berimbang, verifikasi kejelasan dan penegakan etika pers,” katanya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: