Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Foto korban saat dirawat di RSU dan pelaku saat di Polsek Randuagung
Foto korban saat dirawat di RSU dan pelaku saat di Polsek Randuagung
Lumajang, Motim - Tak terima diisukan punya ilmu santet, Bukasan alias Pak Rudi (45), warga Dusun Sumber Gebang, Desa Gedang Mas, Kecamatan Randuagung, marah besar lalu nekat membacok Ali Mustofa (37), warga Dusun Sumber Gebang, Desa Gedang Mas, Kecamatan yang sama.

Kini korban sedang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang. Pelaku berikut celuritnya sudah diamankan di Polsek Randuagung, untuk keperluan proses hukum selanjutnya.

“Korban mengalami luka robek pada bagian kepalanya. Kondisi kesehatannya sudah membaik. Tapi, belum bisa kami mintai keterangan terkait kejadian yang menimpanya,” kata Wakapolsek Randuagung, Iptu Nur Khamim saat dikonfirmasi Memo Timur.

Beberapa waktu yang lalu, korban sakit diduga disantet oleh pelaku. Lalu korban mendatangi rumah pelaku bertujuan minta penyakit yang dideritanya disembuhkan. Merasa tidak berbuat, apalagi memiliki ilmu santet, pelaku menolak.

Tak lama kemudian isu jika pelaku punya santet meluas di tengah masyarakat. Mendengar hal itu, pelaku marah. “Apakah yang menyebarkan isu pelaku punya santet adalah korban itu, kami belum tahu. Sebab, korban masih belum bisa dimintai keterangan,” ungkapnya.

Sabtu (26/2), sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku berpapasan dengan korban. Pelaku langsung menemui korban lalu minta pertanggungjawaban atas isu yang tersebar di tengah masyarakat itu. Namun, korban tak menjawabnya.

Pelaku marah lalu membacokkan celurit yang dipegangnya ke arah korban, mengenai bagian kepalanya. Beruntung, korban segera ditolong warga lalu dibawa ke Puskesmas Randuagung. Karena lukanya tergolong serius, usai dirawat sementara terus dirujuk ke RSUD Dr. Haryoto.

Tak lama kemudian, pelaku diamankan oleh petugas, lengkap dengan celuritnya. Atas perbuatanya itu, pelaku dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dipidana hukuman paling lama 4 tahun penjara.

“Sambil menunggu berkas perkaranya selesai, kemudian dilimpahkan ke JPU Kejari Lumajang untuk dilakukan penuntutan, pelaku kami amankan di rumah tahanan (Rutan) Polsek Randuagung,” pungkas Iptu Nur Khamim.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: