Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Gotong Royong Selamatkan Aset Bersejarah

Tanggul penahan asir dibuat di sungai dekat bangunan bersejarah di Situs Biting
Tanggul penahan asir dibuat di sungai dekat bangunan bersejarah di Situs Biting
Lumajang, Motim - Aksi nyata sudah terlihat untuk penyelamatan aset bersejarah di Kawasan Situs Biting. Semua elemen gotong royong untuk menyelamatkan sisa bangunan milik Kerajaan Lamajang Tigang Juru yang terletak di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono itu.

Puluhan orang dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan warga sekitar turun tangan untuk aksi ini. Untuk menyelamatkan bekas bangunan pengawas benteng kerajaan yang mulai rusak parah. Akibat terkikis luapan sungai yang ada di dekatnya.

Mereka melakukan pemasangan pagar dari bambu di tepi sungai. Serta zak berisi tanah. Ini sebagai penahan atau tanggul sementara agar air sungai tidak kembali masuk. Agar bangunan bersejarah yang tersisa tidak semakin tergerus.

“Ada dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, Dinas Pariwisata, Kecamatan, LSM, pihak desa dan warga setempat,” kata Lutfia Amerta, salah satu pegiat sejarah yang tergabung dalam LSM Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Timur, Rabu (28/2).

Selain itu, BPBD Lumajang juga sudah memasang garis pembatas. Serta papan himbauan juga dipasang di lokasi. Hal ini sebagai penanda kepada masyarakat agar hati-hati ketika mendekat ke sana. Karena aset yang ada perlu dilindungi.

Sementara untuk tindak lanjut dari aksi ini, masih menunggu dari pihak provinsi. Pemkab Lumajang sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Agar segera dilakukan perbaikan di sungai dekat aset sejarah itu.

“Termasuk untuk melakukan perbaikan pada sisa bangunan sejarah yang rusak itu,” kata Lutfi pada Memo Timur.

Arkeolog harus segera turun tangan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Serta melakukan rekonstruksi bangunan peninggalan kerajaan yang dipimpin oleh Arya Wiraraja itu. Sebelumnya tim arkeolog dari propinsi sudah datang untuk meninjau lokasi.

“Mereka hanya melakukan pendataan,” pungkas Lutfi.

Seperti diketahui, bekas menara pengawas itu pada Sabtu (24/2), lalu, roboh. Sisa bangunan yang sebelumnya cukup tinggi, kini tersisa sekitar 3 meter saja. Meski bangunan bersejarah, kondisinya selama ini kurang mendapat perhatian. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: