Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Ketua Panwaslu Lumajang, Ahmad Mujadid Mambaur Rosyid
Ketua Panwaslu Lumajang, Ahmad Mujadid Mambaur Rosyid
Lumajang, Motim - Masa kampanye baru berjalan, Panitia Pengawas Pemilu (Panswaslu) Kabupaten Lumajang sudah memanggil ketiga pasangan calon (paslon). Hal ini untuk dilakukan klarifikasi adanya dugaan pelanggaran.

Pada Sabtu (24/2) lalu, ketiga paslon diminta hadir langsung ke Kantor Panwas. Namun hanya paslon nomor urut dua dan tiga yang hadir. Paslon nomor urut satu tidak hadir dan diwakilkan oleh tim pemenangan.

Namun hal itu tidak diperbolehkan, sehingga paslon nomor satu baru memenuhi panggilan ini keesokan harinya, Minggu (25/2). Proses klarifikasi ini dilakukan secara tertutup di Kantor Panwas.

Ketua Panwaslu Lumajang, Ahmad Mujadid Mambaur Rosyid mengatakan, paslon As’at Malik – Thoriq diminta melakukan klarifikasi atas dugaan adanya pelanggaran saat hadir dalam acara tasyakuran di Desa Argosari, Kecamatan Senduro pada 17 Februari lalu. Saat itu kades setempat saat sambutan ada ungkapan yang diduga menguntungkan paslon nomor urut satu.

“Diduga kades melakukan tindakan atau ungkapan yang menguntungkan salah satu paslon. Ketika menguntungkan salah satu paslon, jadi ada paslon lain yang dirugikan. Jadi kita klarifikasi paslon yang diuntungkan dan dirugikan,” katanya pada Memo Timur.

Proses klarifikasi dan penyelesaian persoalan ini masih belum selesai. Belum ada keputusan dari Panwas. Karena Panwas juga masih akan memanggil kades terkait untuk dimintai keterangan.

Kemudian, Mujadid mengatakan, soal dugaan pelanggaran dari paslon nomor urut satu Thoriq – Indah mengenai pembagian minyak goreng bergambar paslon nomor urut satu masih didalami. Pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan.

“Informasi ada. Untuk proses itu perlu banyak hal, harus melengkapi syarat formil dan materiil untuk diproses,” ucapnya.

Sedangkan dugaan pelanggaran dari paslon nomor urut tiga, Rofik – Nurul Huda, mengenai pemasangan gambar di kaca belakang kendaraan umum sudah diselesaikan. Yakni ketiga paslon sepakat, boleh memasang dengan catatan gambar harus sesuai dengan desain yang disetujui KPU Lumajang.

“Tidak ada masalah, sudah disepakati semua calon, desainnya harus sesuai dengan yang diserahkan ke KPU,” ujarnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: