Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Koperasi Wira Bhakti Tak Kunjung Diaudit

Koperasi Wira Bhakti Tak Kunjung Diaudit
Lumajang, Motim - Polemik yang terjadi di tubuh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Wira Bhakti membuat koperasi ini vakum cukup lama. Setelah polemik perlahan terselesaikan, Pemerintah Kabupaten Lumajang ada rencana menghidupkan kembali koperasi yang mati suri tersebut.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Lumajang sejak 2017 lalu sudah ambil ancang-ancang untuk bisa menjalankan kembali koperasi yang memiliki anggota lebih dari seribu orang ini. Sejumlah rencana dan langkah disusun untuk menangkal wacana pembubaran koperasi yang sempat tersandung persolan dugaan korupsi.

Langkah riil yang telah direncanakan sejak lama adalah akan dilakukan audit. Di 2017 audit sudah direncanakan dan akan dilaksanakan. Namun hingga tutup tahun tak juga dilakukan. Hingga kini masuk di 2018. Rencana itu masih rencana.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Drs. Abdul Majid, MM mengatakan, audit akan dilakukan oleh auditor independen. Hingga saat ini masih proses koordinasi dan persiapan. Namun untuk kapan waktunya masih belum dipastikan dan terjadwalkan.

Meski belum ditentukan kapan waktunya, bukan berarti Dinas Koperasi tidak menemukan dan menunjuk pihak auditor independen itu. Abdul Majid saat dikonfirmasi menyebut, pihaknya sudah bekerjasama dengan auditor independen dari luar kota.

“Sudah didapat dari Malang,” katanya saat dikonfirmasi Memo Timur, Jumat (2/2).

Audit memang sebagai langkah nyata yang harus dilaksanakan di awal. Dari hasil audit itu, bakal diketahui sejumlah data. Termasuk laporan keuangan secara detail.

Ia menegaskan, proses di 2017 memang belum selesai. Karena masih harus mencari auditor juga. Kini ketika sudah didapat auditor itu, tindakan yang dilakukan masih hanya sebatas rapat dengan pengurus.

Audit masih belum bisa dilakukan, karena pihaknya masih fokus ke sejumlah pekerjaan di awal tahun. Kemungkinan audit bisa dilaksanakan usai Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Wanita (Kopwan) selesai dilaksanakan semua.

“Kita masih fokus ke RAT Kopwan dulu,” jelasnya.

Majid sendiri berharap besar agar KPRI Wira Bhakti bisa berjalan kembali. Karena masih ada banyak anggota yang terdaftar. “Kita harap bisa kembali untuk melayani anggotanya,” pungkasnya.

Dari para anggota sendiri juga berharap koperasi kembali dijalankan. Sebagian lagi, untuk mantan anggota khususnya, ada yang menagih terkait simpanan pokok yang masih belum bisa diberikan. Karena ketika anggota keluar, simpanan harus diberikan. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: