Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Lumajang Butuh Tambahan Dokter Hewan

Penanganan ternak di Lumajang
Penanganan ternak di Lumajang
Lumajang, Motim - Kabupaten Lumajang membutuhkan tambahan dokter hewan (dokwan). Karena sampai saat ini jumlah yang ada masih kurang dan terbatas. Jumlah yang kurang ini tentunya berdampak pada pertumbuhan sektor peternakan di Lumajang.

Dinas Peternakan Lumajang melaporkan, idealnya di Lumajang butuh paling tidak 45 orang dokter hewan. Namun sejauh ini, kondisi di lapangan, tenaga dokter hewan yang dimiliki hanya 20 orang saja.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lumajang, Nurul Pratiwi mengatakan, bawahkan di tahun 2017 Lumajang hanya memiliki 11 dokter hewan. Jumlah tersebut harus bertugas di seluruh kecamatan di Lumajang.

Namun di tahun ini atau di awal tahun tepatnya ada penambahan jumlah dokter hewan. Hal itu sesuai dengan persetujuan dari Bupati Lumajang, Drs. H. As’at Malik, M.Ag. Ada penambahan 9 dokter.

“Sehingga terhitung per Januari ada tambahan 9 dokwan di Lumajang. Total ada 20 dokwan yang siap ditugaskan di seluruh Kabupaten Lumajang,” katanya.

Namun, dia menuturkan idealnya untuk 21 kecamatan di Lumajang butuh 45 tenaga dokwan. “Minimal ada 45 dokter hewan, namun penambahan menjadi 20 tenaga dokwan itu sudah sangat baik bagi pertumbuhan ternak di Lumajang,” katanya.

Kendati masih belum bisa dikatakan maksimal, penambahan SDM tersebut bisa menekan angka kematian anak sapi alias pedet. Serta mampu meningkatkan derajad kesehatan hewan ternak di Lumajang.

Seperti diketahui, produksi pedet di Lumajang tiap tahun terus mengalami peningkatan. Di sepanjang 2017, ada 46 ribu ekor lebih pedet lahir. Tahun ini, ditarget meningkat dan bisa mencapai 60 ribu ekor. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: