Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Nasib Misni, Janda 66 Tahun yang Rumahnya Rata dengan Tanah

Kondisi rumah Misni yang roboh dan saat dia menerima bantuan
Kondisi rumah Misni yang roboh
Lumajang, Motim - Cuaca buruk melanda Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung sore itu. Hujan deras mengguyur. Ditambah angin yang juga bertiup kencang. Kondisi cuaca seperti mengakibatkan rumah milik Misni roboh. Rata dengan tanah seketika.

Pondasi rumah janda 66 tahun itu tidak kuat menahaan terpaan angin. Karena hanya terbuat dari bambu dan kayu. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Meski rumah sudah rusak, untung dia selamat dalam kejadian ini.

Saat kejadian, Sabtu (24/2), lalu, sekitar Pukul 14.00 WIB, Ia berada di rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumahnya. Dia sudah memiliki firasat buruk terhadap rumahnya. Cuaca pada siang itu benar-benar mengancam hunian dan dirinya.

Dibalik itu, cerita Misni lebih memperihatinkan. Selama ini Ia hidup sendirian di rumah yang terletak di Dusun Krajan RT 04 RW 02. Hidup sebatang kara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ia harus bekerja keras. Mengandalkan tenaganya dengan bekerja sebagai buruh tani.

Rumah yang sebelumnya Ia tinggali benar-benar sangat sederhana. Ukurannya hanya 3x6 meter. Atas kejadian tersebut, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 12 juta. Jumlah yang sangat besar tentunya bagi Bu Misni. Untuk sementara harus mengungsi. Tinggal di rumah saudaranya yang bernama Muti.

Untuk meringankan beban dari Misni, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan. Bantuan pertama sudah diberikan tidak lama setelah kejadian.

Bantuan berikutnya diserahkan pada Selasa (27/2), pagi. Kapala Bidang Kedaruratan, Rekonstruksi dan Rehabilitasi, Hendrik Kuntadi, SE datang langsung dalam penyerahan bantuan. Hadir pula Camat Randuagung, Abdul Basar, SH dan Kepala Desa Pajarakan, Marhen, dan Ketua RT Martas.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, selimut, makanan siap saji, lauk pauk, dan tambahan gizi. Ditambah bantuan dari Program Koin Peduli dari Bagian Kesejahteraan Masyarakat. “Semoga dengan bantuan ini, dapat meringankan korban,” kata Hendrik.

Ia menambahkan, kades setempat juga telah memberikan bantuan berupa material untuk membangun kembali rumah Misni. “Pak Kades juga sudah memberikan bantuan berupa pasir dan batako,” pungkas Hendrik. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: