Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Parkir pengunjung Alun-alun yang dijaga oleh petugas dari Dishub.
Parkir pengunjung Alun-alun yang dijaga oleh petugas dari Dishub.
Lumajang, Motim - Sejak Alun-Alun selesai direhab pada tahap satu dan dua, jumlah pengunjung naik drastis. Naiknya jumlah pengunjung tentunya membuat kendaraan pengunjung yang terparkir juga meningkat. Namun pengelolahan parkir di seputaran Alun-Alun Lumajang hingga saat ini dinilai masih belum maksimal.

Sejauh ini, kendaran para pengunjung kebanyakan dijaga dan ditata oleh juru parkir (jukir) bukan dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub). Pada sejumlah titik terlihat, jukir dari masyarakat umum yang mengatur parkir kendaraan pengunjung.

Misalnya di jalan depan Masjid Agung, Bank Jatim, Bank BRI, Lapas, dan SMPK. Termasuk di semua penjuru jalan menuju ke Alun-Alun. Namun di waktu-waktu tertentu kadang petugas dari Dishub terlihat yang menjaga parkir.

Tetapi jika tidak ada petugas, kemudian warga masyarakat yang mengambil alih. Jika petugas Dishub yang menjaga parkir, pengunjung tidak ditarik biaya parkir. Namun jika warga yang menjaga parkir itu, ada biaya parkir yang harus dibayar.

Ketua Komisi A DPRD Lumajang, Hj. Nur Hidayati mengatakan, pihaknya sempat melihat langsung pengelolahan parkir di seputaran Alun-Alun. Ia mengatakan, ada lahan parkir yang bukan dikelolah oleh Dishub.

Seharusnya, kata dia, Dishub yang harus mengelolah semua tempat parkir di Alun-Alun. Jukir yang berjaga tentunya harus dari petugas Dishub. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan Dishub terkait hal ini,” katanya.

Penertiban parkir harus dilakukan, agar pengunjung Alun-Alun bisa lebih nyaman saat datang ke Alun-Alun. “Harus ada solusi yang segera dilakukan. Sehingga parkiran di Alun-Alun bisa tertib,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pehubungan Lumajang, Sugeng Priyono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan penertiban parkir di sana. Utamanya jukir dari warga masyarakat yang memanfaatkan keuntungan di sana.

“Sebenarnya sudah kita ingatkan mereka,” ucapnya.

Ia mengakui jumlah petugas di Dishub terbatas. Sehingga untuk mengatur parkiran di seputaran Alun-Alun tidak bisa maksimal. “Jumlah personil kita terbatas,” katanya pada Memo Timur. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: