Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Pertanian Lumajang bisa Jadi Kiblat Nasional


Lumajang, Motim - Pengembangan potensi pertanian di Lumajang beberapa tahun belakangan dilakukan sangat maksimal. Banyak capaian dan prestasi yang diraih. Bukan hanya hasil panen yang berlimpah dan penuhi target, namun kesejahteraan bagi petani juga diperhatikan penuh.

Seperti diketahui, Lumajang menjadi salah satu lumbung padi untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan nasional. Tak hanya itu, sejumlah komoditas andalan lainnya juga banyak dikirim keluar daerah.

Dengan hasil ini, pertanian Lumajang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Utamanya karena hasil maksimal produksi bawang putih dan pedet atau anak sapi. Ditambah program LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) yang dinilai sukses oleh Kementerian Pertanian.

Bahkan, Lumajang bisa menjadi kiblat pertanian nasional. Dinas Pertanian Lumajang menyebut Pemerintah Pusat telah memiliki rencana akan mengembangkan kinerja dari Pemerintah Kabupaten Lumajang. Agar dapat menjadi contoh dan diterapkan di daerah lainnya.

“Lumajang bisa jadi pusat untuk pengembangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Lumajang, Ir. Paiman, Kamis (9/2), sebelum dimutasi menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Jumat (9/2), kemarin.

Pemerintah pusat bukan tanpa pertimbangan membuat rencana ini. Salah satu alasannya adalah, Lumajang selalu memenuhi target untuk program nasional dalam kurun 1,5 tahun belakangan ini.

“Khusunya untuk pengembangan bawang putih, pedet, dan LP2B,” kata Paiman pada sejumlah wartawan.

Untuk memaksimalkan hasil pertanian, tidak bisa lepas dari peran besar petani. Untuk itu di Lumajang para petani mendapat perhatian khusus. Salah satunya dengan memberikan pelayanan maksimal melalui Kartu Tani.

Petani yang memiliki kartu ini mendapat banyak manfaat. Seperti subsidi pupuk. Serta berkaitan dengan asuransi ternak dan tanaman. Namun saat ini jumlah petani yang tercakup Kartu Tani masih terbatas.

Paiman menyebut saat ini masih ada 10 ribu petani saja. Padahal diperkirakan di Lumajang ada 120 ribu petani yang seharusnya mendapat Kartu Tani. Untuk itu para petani yang belum memiliki kartu tersebut harus segera mengurus.

Dinas Pertanian meminta peran kepala desa dan babinsa untuk memfasilitasi para tani. Karena syaratnya cukup mudah. Cukup menyerahkan KTP saja, Kartu Tani sudah dapat diproses. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: