Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Siswa/siswi tingkat SMA/SMK dan sederajat akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) pada awal bulan depan. Tahun ini, semua sekolah diharapkan tidak lagi melaksanakan Ujian Nasional berbasis kertas pensil, namun sudah bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Nampaknya di 2018 ini, sekolah peserta UNBK bakal mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang melaporkan hampir seratus persen SMA/SMK dan sederajat di Lumajang bakal melaksanakan UNBK.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lumajang, Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM menyampaikan, jika di tahun sebelumnya ada 85 persen sekolah, di tahun ini bakal ada 95 persen sekolah.

Pihaknya sudah melakukan upaya agar semua sekolah mampu melaksanakan UNBK. Ia telah mendorong kepala sekolah sebisa mungkin melaksanakan UNBK meskipun dengan keterbatasan alat.

“Jika sekolah itu tidak memiliki perangkat komputer, bisa menggabung ke sekolah lain,” katanya pada Memo Timur, Senin (19/2).

Utamanya di sekolah yang berada di kawasan pinggiran, sudah disarankan agar melaksanakan UNBK dengan cara menggabung ke sekolah lain yang sudah memiliki jumlah perangkat komputer yang sesuai dengan standar.

“Sudah kita sarankan agar menggabung,” ucapnya.

Ia menegaskan, semua sekolah bersemangat untuk melaksanakan UNBK. Namun memang disayangkan karena ada sekolah yang tidak memiliki lab komputer. Atau jumlah perangkat komputernya terbatas.

“Jadi solusinya ya menggabung itu,” ujarnya.

Sugiono menambahkan, peserta UN tidak perlu takut melaksanakan UNBK. Karena nilai UN tidak berpengaruh pada kelulusan. Namun Ujian Sekolah Bersama Nasional (USBN) yang justru berpengaruh. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: