Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Polisi Mintai Keterangan SB Sebagai Saksi Dugaan Pencabulan

Kapolsek Sumbersuko AKP Edi Santoso, SH
Kapolsek Sumbersuko AKP Edi Santoso, SH
Lumajang, Motim - Penanganan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan SB, asal Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, terhadap anak tetangganya sebut saja Melati (7), pada Senin (8/1), malam, sudah memasuki hari ke 31. Namun, aparat kepolisian belum menemukan titik temu.

Kapolsek Sumbersuko, AKP Edi Santoso, SH ketika dikonfirmasi Memo Timur, Selasa (6/2), via ponselnya menuturkan, kasus dugaan pencabulan itu awalnya dilaporkan ke Polsek Sumbersuko. Karena tidak memiliki penyidik perempuan, maka kasus itu dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lumajang.

Beberapa hari kemudian kasus dugaan pencabulan itu oleh unit PPA dilimpahkan kembali ke Polsek Sumbersuko. Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh unit Reskrim Polsek Sumbersuko. “Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Apabila dalam proses penyelidikan nanti ada saksi dan bukti yang menguatkan, tidak menutup kemungkinan SB selaku terlapor akan menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan ini. Dan perbuatannya kata Edi akan dijerat dengan pasal 82 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Jika terbukti bersalah maka SB akan diancam pidana hukuman penjara maksimal 15 Tahun,” jelasnya.

Masih kata Kapolsek Sumbersuko, minggu kemarin SB telah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan seputar kasus tersebut. SB dipanggil penyidik dalam status masih sebagai saksi. “Kami bersama penyidik harus kerja extra dan mudah-mudahan segera ada petunjuk baru,” tegasnya.

Secara terpisah, Timbul paman korban kepada Memo Timur mengatakan kasus dugaan pencabulan yang menimpa keponakannya sudah memasuki hari ke 31 dan hingga saat ini belum ada perkembangan. “Kalau dalam kasus ini harus ada saksi yang melihatnya, ya kan lucu Mas” ungkapnya.

Timbul juga menambahkan, terbongkarnya dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh SB terhadap Melati keponakannya itu setelah bercerita pada ibunya. Tak terima anaknya menjadi korban bejat SB, kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbersuko berharap pelaku diproses secara hukum.

“Maaf Mas, kasus dugaan pencabulan yang dilaporkan ke Polsek Sumbersuko itu bukan isu. Ngapain kami bersama keluarga buat isu, kan tak ada untungnya. Cara simple mungkin digelar sumpah pocong Mas,” pungkasnya.

Berita sebelumnya, diduga mencabuli bocah SD, sebut saja Melati (7), SB asal Dusun Krajan, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Sumbersuko, Senin (8/1), malam oleh orang tua Melati selaku korban. (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: