Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Adegan simulasi saat petugas menghadang massa
Adegan simulasi saat petugas menghadang massa
Lumajang, Motim - Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tak lama lagi akan memasuki penetapan pasangan calon (paslon) dan dilanjutkan masa kampanye. Petugas keamanan sudah melakukan persiapan sejak dini untuk menjaga kondusifitas sejak tahapan awal hingga tuntas nantinya.

Persiapan yang dilakukan misalnya mengenai penanganan terjadinya kericuhan di masyarakat. Utamanya di masa kampanye, waktu pencoblosan, dan penghitungan suara. Namun petugas keamanan sudah mempersiapkan penanganan yang matang untuk tetap menjaga Pilkada kali ini berjalan lancar dan aman.

Persiapan yang dilakukan, salah satunya dengan menggelar Simulasi Pengamanan Pilkada Serentak di wilayah Lumajang, Kamis (8/2), pagi di Lapangan GOR Wira Bhakti. Petugas yang terlibat dari semua unsur bukan hanya kepolisian. Juga melibatkan TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait lainnya.

Dari simulasi yang dikomandoi Polres Lumajang ini, terlihat, ada beberapa tahapan yang paling diantisipasi. Tahapan yang dinilai paling rawan terjadinya kericuhan. Karena ada pelibatan masa yang sangat banyak.

Dari pantauan di lapangan, ada adegan penanganan kericuhan saat kampanye paslon. Ada sejumlah provokator yang coba merusak kondusifitas dan membahayakan paslon. Hingga ada penghadangan dari sejumlah orang kepada paslon saat pulang dari kampanye. Namun semua itu dengan sigap ditangani oleh petugas keamanan. Pelakunya ditangkap.

Adegan kericuhan selanjutnya, saat di hari pencoblosan. Ada segelintir warga yang telat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) kemudian memaksa untuk menyampaikan hak suarannya. Hingga terjadi pengrusakan. Ada bentrok dengan petugas TPS. Karena cepatnya koordinasi, kemudian ditangani oleh pihak pengamanan.

Kericuhan selanjutnya saat penghitungam suara. Ada massa dari salah satu paslon yang tidak puas dengan hasil penghitungan. Kemudian mengepung Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang. Mereka berusaha masuk ke dalam kantor. Petugas keamanan yang sejak awal sudah mengantisipasi melakukan penghadangan dengan membuat barikade.

Namun massa yang keras kepala dan enggan melakukan negoisasi dengan petugas terus mencoba masuk dan melakukan pelemparan. Massa makin beringas. Sehingga membutuhkan bantuan pengaman berlapis. Termasuk mendatangkan kendaraan water canon. Gas air mata dan air terpaksa dilepaskan. Untuk memukul mundur dan membubarkan massa.

Tidak sampai disini, kericuhan kembali terjadi. Pasca penghitungan suara. Ada kelompok warga yang melakukan penjarahan di toko-toko dan melakukan pengrusakan. Mereka juga membakar ban untuk mengacaukan kondusifitas.

Pihak pengamanan yang bergerak cepat langsung melakukan tindakan. Tembakan peringatan dikeluarkan namun tidak dihiraukan. Hingga petugas terpaksa melumpuhkan sejumlah orang dengan tembakan dan membuat kelompok huru-hara itu bubar.

Kapolres Lumajang, AKBP Rachmad Iswan Nusi SIK usai kegiatan ini, menyampaikan, simulasi yang digelar adalah untuk mempersiapkan pengamanan dari segala kemungkinan adanya gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Jadi, sejak awal sudah disiapkan cara penanganan jika ada oknum yang berulah untuk memecah suasana kondusif saat masa Pilkada di Lumajang.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, untuk ikut berperan dalam menjaga kamtibmas selama masa Pilkada. “Kita ajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi ini bersama. Karena Lumajang milik bersama. Sehingga Pilkada bisa berjalan aman dan tenang,” terangnya pada sejumlah wartawan.

Dalam pengamanan Pilkada, tidak ada wilayah yang mendapat perhatian khusus. Atau wilayah yang paling dianggap rawan. Kapolres menegaskan, semua wilayah bakal mendapat perlakukan sama. Diantisipasi semua.

“Semua sama, baik wilayah utara, selatan, barat, dan timur,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: