Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Urus Dokumen Kependudukan kini Lebih Cepat

Kepala Bidang Pelayanan dan Pengurusan, Saiful Rizal
Kepala Bidang Pelayanan dan Pengurusan, Saiful Rizal
Lumajang, Motim - Masyarakat Lumajang yang melakukan permohonan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) masih sangat banyak. Bahkan, saking banyaknya, tidak sebanding dengan ketersediaan blanko E-KTP.

Dari laporan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang, saat ini ada 16 ribu lebih pemohon E-KTP. Namun semua masih belum tercetak. Lantaran blanko masih belum ada.

“Ada 16 ribu pemohon untuk dicetak,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Pengurusan, Saiful Rizal pada Memo Timur, Selasa (13/3).

Dengan habisnya ketersediaan stok blanko di Dispendukcapil, pihaknya sudah melakukan pengajuan ke pusat. Dan pengajuan sudah disetujui. Sehingga pemohon tidak butuh waktu lama lagi, untuk menunggu E-KTP jadi.

“Dipenuhi 16 ribu blanko. Jadi kita siap cetak,” terangnya.

Sedangkan di awal 2018 lalu, pihaknya sudah menyelesaikan 65 ribu lebih E-KTP yang sebelumnya sempat tertunda pencetakannya. Alasannya sama, karena ketersediaan blanko yang habis.

“Untuk yang 65 ribu E-KTP sebelumnya sudah tuntas di Januari lalu,” tegasnya.

Sementara untuk Kartu Keluarga, jumlah pemohon juga masih banyak. Bahkan saat ini, untuk pengerjaannya bisa lebih cepat. Masyarakat tidak perlu lama menunggu. Karena sudah ada komitmen, jika sudah ada tanda tangan dari kepala dinas, tidak sampai seminggu sudah selesai.

“Paling lambat 3 hari, sudah selesai. Bisa satu atau dua hari. Untuk KK lancar semua,” terangnya.

Sedangkan akta kelahiran, juga sama. Prosesnya dipercepat. Jika sebelumnya bisa mencapai 30 hari, kali ini seminggu sudah bisa diselesaikan. “Tidak lagi 30 hari atau 15 hari. Enam hari sudah harus selesai,” tegas Rizal.

Untuk pengajuan dokumen kependudukan, ada dua cara yang bisa ditempuh oleh masyarakat. Bisa secara kolektif di kecamatan atau ke Dispendukcapil langsung. Termasuk untuk pendistribusiannya, ada dua versi.

“Bisa via kantor pos karena kita ada kerjasama. Kedua, yang ngurus di kecamatan bisa diambil di sana,” ucapnya.

Namun untuk sementara ini, untuk pendistribusian E-KTP tidak bisa via kantor pos. Diberhentikan sementara. Dispendukcapil hanya mengirimkan akta kelahiran saja via pos. Sedangkan untuk E-KTP nanti diserahkan ke kecamatan, dari kecematan diserahkan ke desa atau kelurahan. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: