Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » » Ada Sejumlah Titik Retakan pada Tebing Jalur Piket Nol

Kondisi longsor di jalur piket nol pada waktu lalu
Kondisi longsor di jalur piket nol pada waktu lalu
Lumajang, Motim - Jalur piket nol merupakan kawasan yang rawan longsor. Potensi terjadinya longsor diprediksi masih cukup besar. Hal ini terlihat dari sejumlah titik retakan pada tebing. Beberapa hari yang lalu, di kilometer 56, longsor yang terjadi karena tebing yang sudah retak sebelumnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang sudah melakukan pemetaan mengenai kondisi tebing yang retak. Diantaranya retakan terlihat pada tebing di kilometer 53, 54, 55, 56, dan 59.

BPBD sudah menyampaikan kondisi ini pada Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Jatim. Karena jalur piket nol adalah wewenang propinsi. Termasuk pada pihak Perhutani, selaku pemangku wilayah untuk hutan di sekitar jalur piket nol.

“Kita sudah kirim surat karena itu ranahnya Propinsi dan Perhutani,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik, Wawan Hadi, SH saat dihubungi Memo Timur, Senin (12/3).

Jadi untuk penanganannya mengenai hal ini, pihak BPBD Lumajang masih menunggu tanggapan dari Propinsi dan Perhutani. Sementara antisipasi sejak dini sudah dilakukan oleh BPBD. Yakni dengan memasang rambu-rambu himbauan untuk pengendara yang melintas.

“Kita sudah pasang garis BPBD dan himbauan rawan longsor. Meminta pengendara untuk selalu berhati-hati,” jelasnya.

Kondisi retakan ini paling dikhawatirkan saat hujan. Seperti sebelumnya, tebing yang longsor usai diguyur hujan. Untuk itu, sudah ada relawan yang selalu melakukan monitor di sana. “Utamanya saat hujan, kita minta untuk memantau dan melaporkan perkembangan,” ucapnya.

Retakan tebing di jalur piket nol terjadi, karena kendaraan besar banyak dan sering melintas di sana. Menurut Wawan, getaran dari kendaraan besar yang melintas, menjadi salah satu pemicu retakan.

“Ketika retakan sudah terkena air, saat hujan, itu yang menjadi potensi terjadinya longsor,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: