Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Angkot Gratis bagi Pelajar kini Gunakan Sistem Voucher

Peluncurkan Program Angkot Pelajar Gartis Tahun 2018
Peluncurkan Program Angkot Pelajar Gartis Tahun 2018
Lumajang, Motim - Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali meluncurkan Program Angkutan Kota (Angkot) Gratis bagi pelajar di tahun ini. Sebelumnya di Tahun 2017, program ini dinilai cukup berhasil. Sehingga perlu dilanjutkan, mengingat banyak manfaat yang diterima oleh pelajar. Khususnya untuk kemudahan transportasi berangkat dan pulang sekolah.

Namun dalam pelaksanaan di tahun ini ada perbedaan pada sistem yang digunakan. Yakni menggunakan sistem voucher. Jadi setiap pelajar akan mendapat jatah voucher tiap bulan untuk berangkat dan pulang sekolah.

“Jadi dapat 25 voucher untuk berangkat dan 25 voucher untuk pulang,” kata Kepala Dishub Sugeng Priyono usai meluncurkan Program Angkutan Pelajar (Apel) Gratis Tahun 2018, di Terminal Mobil Penumpang Umum (MPU) Lumajang, Selasa (20/3).

Nantinya, sopir angkot bisa menukarkan voucher ini dengan uang di koperasi milik Dishub. Karena angkot harus berbadan hukum, sehingga koperasi yang akan menaungi mereka. “Jadi para sopir ini jadi anggota koperasi tersebut,” ucapnya.

Di tahun sebelumnya, sistem yang digunakan adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi para sopir. Setiap hari sopir mendapat subsidi BBM dari Pemkab Lumajang.

Setiap sekolah akan dimintai data pelajar yang akan memanfaatkan program ini. Dishub akan menyerahkan voucher ke masing-masing sekolah tiap bulan sesuai dengan data yang sudah diberikan.

Dalam program ini, ada 42 armada yang akan beropreasi di hari efektif. Sejauh ini, data yang diterima oleh Dishub sudah ada 965 pelajar yang akan menerima manfaat program angkot gratis ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Agus Widarto, M.M., yang juga hadir dalam kesempatan ini, menyampaikan bahwa program itu, diharapkan bisa meringankan beban orang tua. Karena biaya tranportasi bisa berkurang.

“Juga diharapkan dapat mengurangi macet di saat jam sekolah. Selain itu, mampu mengurangi kecelakaan lalu lintas pelajar. Di sisi lain, mampu mengurangi tingkat kriminalitas di jalan,” terangnya.

Ia menghimbau, agar para supir angkot tetap memberikan pelayanan yang baik kepada pelajar, meskipun angkutannya gratis. “Saya mengajak para pengemudi untuk tetap mengutamakan keselamatan dan memberikan pelayanan yang sebaik baiknya meskipun gratis,” himbaunya.

Selain Angkot Pelajar Gratis, sebelumnya Program Bus Sekolah Gratis juga sudah diluncurkan. Program ini untuk menyasar para pelajar di kawasan pinggiran. Yakni Kecamatan Kunir dan Rowokangung yang tidak dilalui angkutan umum. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: