Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Korban saat berada di Puskesmas Ranuyoso
Korban saat berada di Puskesmas Ranuyoso
Lumajang, Motim - Aksi perampasan sepeda motor oleh komplotan pelaku begal sadis yang terjadi di jalan raya Desa Wonoayu, Kecamatan Ranuyoso, memakan korban jiwa. Mattasan meninggal dunia dengan luka parah pada bagian punggung dan dada akibat bacokan pelaku begal.

Sedang Ansori, anak Mattasan luka parah pada bagian tangan dan wajahnya. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang. “Aksi begal sadis tersebut terjadi pada Selasa (27/3), sekitar pukul 21.00 WIB Mas,” kata Rahmad, warga setempat.

Kejadian itu bermula saat Andrean (24), dan Kholik (27), keduanya warga Desa/Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja dihentikan beberapa orang tak dikenal (OTD) bersenjatakan celurit.

Karena melihat seperti orang sedang bertengkar, juga khawatir pelaku kejahatan, Mattasan dengan Ansori yang kala itu melintas di sekitar lokasi yang awalnya hendak pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Probolinggo, langsung menghentikan laju motornya, kemudian turun berniat hendak melerainya.

Belum sempat berkata apa-apa, tiba-tiba beberapa OTD yang bertengkar dengan kedua pemuda itu langsung membacokkan celuritnya ke arah Mattasan dan Ansori. Mattasan ambruk ke jalan dan meninggal dunia setelah terkena sabetan celurit pelaku pada bagian punggung dan dadanya.

Ansori juga roboh setelah wajah dan tangannya terkoyak oleh celurit pelaku. Setelah melihat kedua korban ambruk, komplotan pelaku langsung kabur ke arah selatan. “Kata kedua korban asal Probolinggo juga sempat dibacok. Tapi, berhasil menyelamatkan diri,” ucapnya.

Kepala Desa Wonoayu, Sunandar kepada media membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kedua warganya yang bernasib apes itu berniat menolong kedua pemuda asal Desa/Kecamatan Banyuanyar Probolinggo, khawatir dibegal.

“Belum sempat menolong, kedua warga kami itu langsung diserang oleh komplotan pelaku begal. Kasus ini saya minta segera diungkap, biar masyarakat tidak terus ketakutan dengan aksi begal,” pinta Sunandar.

Sementara itu, Kapolsek Ranuyoso, AKP Ahmad Sutyo mengatakan, begitu menerima laporan dari masyarakat, pihaknya terus mendatangi lokasi kejadian. Selain melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya juga mengumpulkan keterangan dari warga juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit sepeda motor yang hendak dirampas oleh pelaku juga pakain korban yang meninggal dunia.

“Kasus ini sudah kami tangani bekerja sama dengan Sat Reskrim Polres Lumajang. Kami berharap agar masyarakat yang mengetahui tentang kejadian untuk memberikan informasi kepada kami biar cepat terungkap,” ungkapnya.

Lanjut Kapolsek Ranuyoso, aksi perampasan sepeda motor oleh komplotan begal dalam sepekan terakhir ini sudah 2 kali terjadi. “Data yang kami peroleh masih kami dalami, mudah-mudahan data itu bisa dijadikan sebagai petunjuk dalam pengungkapan,” pungkasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: