Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Persahabatn futsal pendukung paslon bupati dan wakil bupati
Persahabatn futsal pendukung paslon bupati dan wakil bupati
Lumajang, Motim - Suhu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Lumajang kian meningkat. Utamanya di media sosial (medos). Pendukung atau relawan dari tiga pasangan calon (paslon) sering terlibat debat dan adu argumentasi. Namun ada upaya untuk meredam suhu Pilkada. Salah satunya dengan pertandingan persahabatan futsal yang diikuti perwakilan dari masing-masing pendukung.

Adalah anggota Grup Facebook Lumajang yang memiliki inisiatif untuk meredam suhu Pilkada dengan bermain futsal. Mereka mengundang perwakilan dari masing-masing pendukung paslon untuk futsal bareng di Amanda Sport Center (ASC), Minggu (10/3), sore.

Acara ini cukup seru. Karena terlihat semua yang datang, bermain dengan sportif dan saling menghargai satu sama lain. Tidak nampak seperti yang sering terjadi di media sosial. Semua bisa damai dalam acara ini.

Peserta yang hadir, memang tidak semua mengenakan atribut dari paslon yang didukungnya. Ada yang pakai, ada yang tidak. Sehingga tidak begitu jelas, apakah perwakilan dari ketiga paslon hadir semua dalam kegiatan positif sore itu.

Ainul Yakin, salah satu admin Grup Facebook Lumajang mengatakan, sejak lama acara ini digagas. Semenjak Pilkada mulai hangat diperbincangkan, dirinya dan teman-teman sudah berinisiatif menggelar acara ini. “Baru terealisasi sekarang,” katanya.

Ide acara ini, berawal dari kegelisahan dirinya dan teman-teman yang melihat suhu Pilkada di media sosial kian meningkat. Bukan hanya berdebat sehat dan adu argumentasi, namun tak sedikit justru mengarah ke hal negatif. Seperti menghina dan merendahkan.

Padahal, mereka semua, kata Yakin, adalah warga Lumajang. Notabenenya semua adalah saudara atau teman. “Tak sedikit pula mereka sebelumnya adalah teman atau saling kenal, namun ketika sudah berkelompok untuk mendukung paslon masing-masing jadi terpecah,” ucapnya.

Dengan acara ini, Ia harap, semua masyarakat Lumajang bisa membuat Lumajang kondusif meski ada Pilkada. Media sosial juga seharusnya digunakan secara wajar dan dewasa. “jangan sebar kebencian, fitnah apalagi berita palsu atau hoax,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya acara ini, selanjutnya memang terbesit di pikirannya ada acara lain atau serupa yang memiliki tujuan yang sama. “Masih akan kita pikirkan untuk acara selanjutnya,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: