Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Surat pernyataan Kades Pundungsari H. Bakroni
Surat pernyataan Kades Pundungsari H. Bakroni
Lumajang, Motim - Kades Pundungsari Kecamatan Tempursari, H. Bakroni berencana akan lapor ke pihak kepolisian. Pasalnya dirinya merasa difitnah. Soal stiker bergambar dirinya dan salah satu calon bupati (cabup) yang tertempel pada beras bersubsidi dari provinsi. Karena informasi yang beredar menyudutkan dan menuduh dirinya yang melakukan atau memerintahkan perbuatan itu.

Informasi yang beredar di media sosial belakangan ini, H. Bakroni disudutkan, karena dianggap mendukung salah satu paslon. “Saya merasa difitnah, dan ada rencana akan melaporkan ke pihak kepolisian,” katanya. Dan ini dinilai sebagai salah satu bentuk kampanye hitam.

Namun sebelum melapor ke pihak berwajib atas dugaan kampanye hitam ini, dirinya masih menahan diri. Masih akan melihat perkembangan kasus ini seperti apa. “Saya masih menunggu perkembangan dulu,” ucapnya saat dihubungi Memo Timur, Jumat (9/3).

Kades Bakroni juga menampik informasi ini melalui surat pernyataan bermaterai yang dibuatnya. Ia membantah telah menempel atau memerintahkan penempelan stiker tersebut. Dalam surat pernyataan yang tersebar di media sosial juga, Ia juga menyebut itu merupakan stiker lama yang dicetak pada 2017 untuk himbauan.

“Pengadaan stiker tersebut pada tahu 2017 dibagikan ke warga dan sudah ditempel di rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Lumajang masih menunggu laporan resmi terkait hal ini. Divisi Hukum dan Penindakan, Amin Shobari, SH. saat dikonfirmasi menyampaikan, namun pihaknya belum bisa memastikan kebenarannya.

Karena Panwas sendiri belum menerima laporan resmi dan hanya tahu informasi tersebut dari foto yang beredar di media sosial. “Kita masih menanti laporan resmi dari pihak bersangkutan,” katanya pada sejumlah wartawan.

Karena tanpa laporan resmi, Panwas mengaku tidak bisa begerak untuk mengambil langkah selanjutnya dan membuat keputusan. Baik itu laporan dari pihak yang menduga ada pelanggaran atau laporan dari kades yang merasa dirugikan.

“Jika kades merasa dirugikan bisa laporan juga. Termasuk ke pihak kepolisian,” katanya. Jika informasi yang beredar dirasa ada unsur kampanye hitam yang dilakukan di media sosial.

Namun Amin menduga informasi ini adalah sebuah keisengan saja. Karena melihat stiker yang tertempel diduga adalah stiker lama beberapa bulan lalu. Dan terlihat dalam stiker itu adalah tentang himbauan pada warga mengenai tamu yang sudah 1x24 jam wajib lapor. Stiker ini biasanya ditempel di pintu atau kaca rumah warga.

“Kemungkinan ada orang iseng kemudian diupload,” tegasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: