Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » Eli Ermawati, Gadis Selok Awar-Awar Penderita Kanker

Kondisi Eli sebelum dan sesudah menderita kanker
Kondisi Eli sebelum dan sesudah menderita kanker
Lumajang, Motim - Kondisi Eli Ermawati kian hari makin memprihatinkan. Gadis berusian 20 tahun ini, menderita kanker tulang dan paru-paru. Satu kakinya sudah diamputasi. Rambut panjangnya juga sudah hilang. Tersisa sedikit di kepalanya. Tiap hari Ia hanya bisa terbaring lemah di rumahnya di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian.

Eli saat ini hanya menjalani rawat jalan, karena kedua orangtuanya, Sugiarto dan Istina tidak cukup biaya. Gadis lulusan SMKN Pasirian itu harus berjuang keras melawan penyakit yang dideritanya sejak satu setengah tahun yang lalu.

Ia berharap banyak uluran tangan dari semua pihak yang peduli dirinya. Selama ini bantuan yang diterimanya, sebagian dari donasi yang dikumpulkan sejumlah komunitas di Lumajang. Donasi itu bisa untuk tambahan biaya rawat jalan di Malang.

“Paling miris itu, pasien berobat ke Malang dengan menggunakan bus umum,” kata Bastomi Hidayat, dari Komunitas Pemancing Peduli Lingkungan (Koppel) pada Memo Timur, Kamis (22/3).

Selama ini, menurutnya tidak ada tanggapan serius dari Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dirinya bersama dengan sejumlah komunitas terus melakukan penggalangan dana di jalan untuk Eli.

“Dia ke rumah sakit di Malang biayanya ditanggung BPJS. Untuk berangkat ke sana biaya sendiri,” jelasnya. Dari pihak desa, tidak ada uluran dana bantuan yang disampaikan. “Dikarenakan di Selok Awar-Awar kepala desanya non aktif,” katanya.

Kanker tulang mulai menyerang Eli sejak satu setengah tahun yang lalu. Awalnya, Ia merasakan nyeri pada kaki sebelah kanan. Ada benjolan. Setelah benjolan itu diangkat melalui operasi, namun satu bulan setelahnya sakit masih Ia rasakan.

“Diperiksakan lagi akhirnya pihak dokter menyatakan jika menderita kanker ganas,” ungkapnya. Akhirnya atas kesepakatan pihak keluarga, lima bulan setelahnya kaki kanannya harus diamputasi.

Proses amputasi berjalan lancar. Namun penyakit masih terus menyerangnya. Kemudian Ia merasakan sakit juga di bagian paru-paru. Dokter telah memvonis Ia juga terserang kanker paru-paru.

Bastomi berharap Pemerintah Kabupaten Lumajang dan pihak terkait bisa memperhatikan Eli. Ia berharap ada bantuan, agar proses penyembuhan penyakit pada Eli bisa dilakukan secepatnya.

“Karena tidak ada tanggapan dari pihak pemerintah terkait. Kami bersama perangkat desa bersama sama mencari donasi sampai ke lampu merah,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: