Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

H. Thoriq Alkatiri
H. Thoriq Alkatiri
Lumajang, Motim - H. Thoriq Alkatiri bukanlah sosok asing atau nama baru di dunia politik. Bersama Partai Amanat Nasional (PAN), Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen besar. Komitmen untuk kemajuan daerah dan negara.

Tahun ini, Ia mendampingi As'at Malik untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lumajang. Ia mantapkan hati, bukan hanya karena dipinang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Namun juga karena Ia sangat mengagumi sosok As'at Malik.

"Kyai As'at itu jujur dan tidak korup. Makanya saya mau dipinang untuk jadi calon wakil bupati," ucapnya.

Ini bukan pinangan pertama dari PDIP. Ketika As'at Malik dilantik sebagai bupati pada 2015 menggantikan mendiang Sjahrazad Masdar, Ia juga sempat ditawari PDIP untuk mencalonkan diri sebagai wakil. Namun saat itu dia menolak dengan alasan tertentu. "Sekarang dipinang lagi," ucapnya.

Ada beberapa hal yang mendasari H. Thoriq kenapa begitu kagum pada As'at. Selain jujur, As'at adalah sosok yang sabar. "Beliau sosok yang saya kagumi dan sosok yang langka," ucapnya.

Ia yakin, bersama dengan As'at mampu membawa Lumajang untuk lebih berkembang dan maju. Tentunya dengan bagi tugas sesuai dengan porsi masing-masing. "Saya akan fokus di ekonomi dan olahraga. Kemudian beliau di religi," ucapnya. Di pemerintahan Ia juga berpengalaman sejak menjadi wabup pada 2008.

Banyak yang mendukung As'at dan Thoriq untuk memimpin Lumajang lima tahun kedepan. Thoriq bersama dengan anak-anak muda dan pecinta olahraga. "Kemudian beliau dengan komunitas nahdliyin yang banyak dibina," terangnya. Kemudian PAN sendiri juga solid dan bergerak mendukung dirinya.

H. Thoriq juga menceritakan awal karirnya di politik. Sejak SD Ia suka dengan mata pelajaran kewarganegaraan. Suka juga dengan sejarah tokoh nasional atau internasional. "Seperti figur Diponegoro, Soekarno, Syahrir," ungkapnya.

Kenapa bergabung dengan PAN, karena menurutnya formasi yang di partai itu komplit. Ditambah ada figur yang bagus, yakni Amin Rais. "PAN gabungan nasionalis dan religius," tegasnya.

Pada 2014, Ia juga maju sebagai calon legislatif DPR RI. Meski kemudian perolehan suara yang Ia dapat di urutatan kedua setelah nama besar Anang Hermanyah, artis ibukota. H. Thoriq gagal ke senayan. Namun kegagalan ini tidak menurunkan semangat H. Thoriq untuk mengabdi pada daerah dan negara.

"Karena bagi saya politik itu bukan untuk mendapat pengembalian finacial tapi karena untuk perubahan daerah kita pada khususnya dan negara pada umumnya," pungkasnya.(cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: