Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

foto saat mediasi tanah pekarangan yang mau dikuasai secara paksa
foto saat mediasi tanah pekarangan yang mau dikuasai secara paksa
Lumajang, Motim - Gara-gara sisa hutang sebesar 400 ribu, tanah pekarangan seluas 1500 m2 yang terletak di tepi jalan raya Desa Tukum, Kecamatan Tekung, milik HJ. Rodiyah akan dikuasai secara paksa oleh Suryadi, warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Jember.

Kapolsek Tekung, AKP Totok Sudarsono, S.Sos, M.Sc kepada Memo Timur, Kamis (22/3), mengatakan, sesuai dengan surat perjanjian tertanggal 18 Maret 1987 suami dari HJ. Rodiyah ini telah meminjam uang kepada Suryadi sebesar Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) dengan jaminan sertifikat tanah pekarangan atas nama HJ. Rodiyah.

Setelah jatuh tempo, suami Rodiyah itu baru bisa membayar sebesar 2. 600.000 (Dua Juta Enam Ratus Ribu). Karena ahli warisnya termasuk HJ Rodiyah tak kunjung melunasi sisa hutangnya tersebut, tiba-tiba Suryadi mau menguasai tanah pekarangan itu secara paksa.

Bahkan Suryadi juga telah memasang pagar pada pekarangan itu. Hal itu mendapat perlawanan dari keluarga HJ. Rodiyah, kemudian diadukan ke Polsek Tekung. Setelah dipelajari, ternyata pemicunya karena sisa hutang suami Rodhiyah kepada Suryadi sebesar Rp. 400.000 (Empat Ratus Ribu Rupiah) belum dilunasi.

Karena hutangnya tidak sebanding dengan nilai tanah yang hendak dikuasai, pihaknya memediasi kedua belah pihak, bekerja sama dengan pemerintah Desa Tukum. Pada mediasi pertama Suryadi meminta pelunasan hutang senilai Rp. 200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah). Tapi, oleh HJ. Rodiyah bersama keluarganya ditolak, karena dinilai berlebihan.

“Mediasi pertama buntu, tidak menemukan solusi penyelesaian. Keduanya sama-sama mempertahankan egonya masing-masing,” ungkapnya.

Pada Kamis (22/3), mediasi kedua dilakukan bertempat di kantor Desa Tukum. Dalam proses mediasi itu Suryadi minta pelunasan hutang itu sebesar Rp. 75.000.000 (Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Sedang HJ. Rodiyah bersama keluarganya hanya mampu melunasi hutangnya senilai Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

“Kedua belah pihak sudah kami berikan saran agar mencari solusi yang sama-sama diuntungkan, sehingga perkaranya cepat selesai,” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan itu pula, pihaknya meminta kepada Suryadi agar segera membongkar pagar pada tanah pekarangan HJ. Rodiyah. “Mudah-mudahan segera menemukan titik penyelesaian. Hutang 400 ribu masak mau nyita tanah pekarangan. Harusnya yang wajar dong,” pungkas Kapolsek Tekung.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: