Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Jukir Liar masih Kuasai Alun-Alun Lumajang

Bahu jalan di seputaran Alun-Alun yang digunakan untuk lahan parkir
Bahu jalan di seputaran Alun-Alun yang digunakan untuk lahan parkir
Lumajang, Motim - Penataan parkir di Alun-Alun Lumajang memang masih menjadi pekerjaan besar Pemerintah Kabupaten Lumajang. Sampai saat ini lahan parkir di sana masih belum bisa dikelola secara maksimal.

Terlebih dengan telah selesainya rehab Alun-Alun yang kini kian megah dan menarik dikunjungi. Jumlah pengunjung tiap harinya semakin meningkat. Apalagi di akhir pekan dan hari libur. Pengunjung bisa membludak.

Membludaknya pengunjung tidak dibarengi dengan fasilitas dan penataan parkir yang maksimal. Saat ini juru pakir (jukir) liar atau bukan dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) seolah menguasai seputaran Alun-Alun. Jumlah jukir liar lebih banyak dibandingkan dengan petugas Dishub yang juga melakukan penataan parkir.

Dari pantauan Memo Timur, terlihat, hampir semua lahan parkir yang memanfaatkan bahu jalan dijaga oleh jukir bukan dari petugas. Berbeda dengan kondisi di sepanjang Jl. PB. Sudirman yang sudah dikelolah secara baik.

Ketika pengunjung harus memarkirkan kendarannya pada jukir liar, tentu ada biaya yang harus dikeluarkan. Jumlahnya bervariasi. Bisa mencapai Rp 5.000 per kendaraan. Namun jika ada petugas dari Dishub yang menjaga, tidak dikenakan biaya parkir.

Petugas atau jukir dari Dishub memang tidak selalu bisa berada di lokasi untuk menata parkir di sana. Ada keterbatasan jam. Jumlah petugas juga terbatas, tidak sebanding dengan lahan parkir yang ada.

Kepala Dinas Perhubungan, Sugeng Priyono, S.Sos, MM. saat dikonfirmasi Memo Timur, menyampaikan, memang penataan parkir di Alun-Alun masih menjadi prioritas pihaknya. Namun sejauh ini ada beberapa alasan sehingga pengelolaan parkir di sana belum maksimal.

Ia menyebutkan, salah satunya adalah keterbatasan jumlah petugas di Dishub. Sehingga tidak bisa semua sisi ditata. Dan tidak bisa sepanjang hari berada di sana. Dengan adanya keterbatasan inilah kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat ketika tidak ada petugas yang berjaga dengan membuka lahan parkir.

“Ketika tidak ada petugas, kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya pada Memo Timur.

Dishub sebenarnya bukan tidak berbuat banyak. Sugeng menegaskan, sudah berkali-kali mencoba melakukan penertiban. Dengan cara mengingatkan para jukir liar. Namun diakuinya hal ini cukup susah. Keberadaan mereka masih ada nyatanya.

Ia menambahkan, Dishub masih akan terus melakuka penertiban. Sehingga semua bahu jalan yang dijadikan lahan parkir bisa dijaga oleh petugas. “Akan terus kita coba lakukan pendekatan dan penertiban hingga penataan parkir maksimal,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: