Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Keripik kelapa dari Lumajang bukan hanya diminati dari kalangan luar kota. Namun juga banyak permintaan dari luar negeri. Usaha keripik kelapa yang ada di Desa Kalibendo Kecamatan Pasirian, mampu menghasilkan keripik kualitas ekspor.

Saiful Afifan, pengelolah usaha keripik tersebut menyampaikan, permintaan ekspor dari berbagai negara, seperti Chile dan Mesir. Dalam sekali pengiriman mencapai 7 ton kripik kelapa.

Namun besarnya permintaan, ternyata ini tidak diimbangi dengan kuantitas kelapa yang tersedia di Lumajang. Alhasil, produksi kripik kelapanya hanya mampu diproduksi dan diekspor sebulan sekali. Itupun stok kelapa masih menunggu pasokan dari Banyuwangi.

“Minimnya stok kelapa jelas berdampak kepada kurangnya produktivitas kripik,” katanya.

Hal ini yang kemudian memaksa kegiatan ekspor kripik hanya bisa dilakukan sekali dalam 20 hari hingga 1 bulan. Itupun juga tergantung menunggu suplai kelapa dari Banyuwangi. “Sehingga jumlah 7 ton ekspor keripik dengan menggunakan jasa kontainer kurang maksimal,” papar Ifan.

Ada puluhan karyawan dari warga masyarakat setempat yang bekerja di sini. Untuk harga, perkilogramnya dibanderol Rp 30 ribu. Usaha kripik kelapa yang baru berusia satu bulan. Untuk lokasi menempati Kantor KUD setempat.(fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: