Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » Kerjasama dengan Importir Wujudkan Swasembada Bawang

Kerjasama dengan importir bawang putih
Kerjasama dengan importir bawang putih
Lumajang, Motim - Percepatan pengembangan kawasan komoditi holtikultura bawang putih terus diupayakan dengan menjalin kemitraan bersama importir bawang putih. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian merealisasikan kerjasama dengan importir.

Ada tiga perusahaan yang digandeng yakni PT. Fajar Mulya, PT. Aman Buana Putera, dan CV. Bawang Mas 99. Dengan luasan awal lahan 75 hektare yang ditempatkan di Balai Pembenihan Desa Argosari Kecamatan Senduro.

Kepala Dinas Pertanian, Ir. Imam Suryadi, M.Si menyampaikan bahwa pengembangan kawasan bawang putih ini merupakan hal penting. Sebagai upaya bersama-sama untuk mensejahterakan dan meningkatkan pendapatan para petani.

Selain itu, Ia juga mengatakan bahwasanya pengembangan kawasan bawang putih ini bisa bergeser dan menyebar ke beberapa desa lainnya. Bahkan saat ini ada 2 desa yang juga mengajukan permohonan untuk program kemitraan ini.

“Diantaranya Desa Kandang Tepus yang siap dengan minimal lahan 180-200 hektare, Desa Ranu Pane dengan total seluruh areal minimal 500 hektare,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya kepada para petani selalu terbuka dan kompak, serta berbagi ilmu dengan didampingi oleh petugas baik itu dari babinsa maupun mitra perbankan. “Jika ada kesulitan apapun bisa disampaikan agar bisa kita pecahkan dan carikan solusi bersama,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Holtikultura, Ir. Donny Ananto, MP menegaskan, atas kesiapan dan komitmen petani, untuk menerima progam kemitraan ini. Karena dalam hitungan dan kalkulasi usaha taninya 75 persen untuk petani dan sisanya untuk importir.

Kebijakan ini sangat menguntungkan dan berpihak kepada petani. Selain itu, dengan program kemitraan ini, petani hanya meluangkan waktu, lahan dan tenaga saja. Sedangkan terkait benih, pupuk dan pestisida total akan dibiayai dan ditanggung oleh perusahaan importir.

“Dukungan kepada petani terus diberikan melalui pendampingan para PPL, Babinsa serta layanan finansial dari bank,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: