Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Ketua PD Muhammadiyah Lumajang Bicara Kontestan Pilkada

Ketua PD Muhammadiyah Lumajang, H. Suharyo AP
Ketua PD Muhammadiyah Lumajang, H. Suharyo AP
Lumajang, Motim - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang, H. Suharyo AP bicara soal kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lumajang. Dirinya menegaskan, mendukung ketiga pasangan calon (paslon). Karena ketiganya juga ada kedekatan emosional dengan Muhammadiyah.

“Muhammadiyah itu organisasi bukan politik. Tidak boleh terjun langsung untuk dukung mendukung. Tapi boleh untuk support moral. Seluruhnya kami support. Ketiganya kami support sehingga jadi pemimpin Lumajang yang baik,” katanya, Rabu (21/3).

Suharyo menyampaikan, ketiga paslon ini menyatakan diri sebagai orang yang dekat dengan Muhammadiyah. Paslon nomor urut dua, As’at-Thoriq misalnya. “Thoriq itu Ketua PAN Lumajang, partai yang didirikan oleh Muhammadiyah. As’at juga pernah mengajar di SMA Muhammadiyah. Ada kedekatan emosional,” ucapnya.

Sementara wakil dari paslon nomor urut satu, lahir dari keluarga Muhammadiyah. Begitu halnya dengan paslon nomor urut tiga, calon bupati yang pernah sekolah di SMP Muhammadiyah Klakah dan wakilnya juga dari keluarga Muhammadiyah.

Bukan hanya bicara dari sudut pandang Muhammdiyah saja. Suharyo juga menyinggung Nahdlatul Ulama (NU). Ketiga kontestan ini juga ada kedekatan dengan NU.

Secara tegas Suharyo mengatakan, agar pelaksanaan Pilkada kali ini berjalan dengan lancar dan damai. Semua pihak utamanya pendukung dari masing-masing paslon agar menahan diri. Tidak saling menghujat.

“Karena semua untuk Lumajang. Siapapun nanti yang terpilih harus memiliki sikap negarawan. Baik untuk daerah. Soal berbeda pendapat itu biasa. Jangan sampai tercerai berai,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat, agar menyampaikan hak pilihnya. Jangan sampai tidak memanfaatkan haknya sebagai warga Lumajang untuk menentukan nasib Lumajang lima tahun kedepan.

“Untuk masyarakat jangan golput. Golput itu sikap yang kurang elegan. Semua harus terlibat,” ungkapnya.

Suharyo menambahkan, semua paslon harus memberikan pencerahan kepada semua masyarakat. Mengenai visi dan misi yang diusung. Agar masyarakat paham dan tahu.

“Mereka harus punya gambaran. Sehingga memilih yang cocok. Jangan sampai memilih yang tidak rasional. Harus ada visi dan misi yang jelas. Masyarakat jangan terlena dengan janji-janji,” pungkasnya. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: