Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Penertiban salahsatu lokasi tambang pasir ilegal di Lumajang beberapa waktu lalu
Penertiban salah satu lokasi tambang pasir ilegal di Lumajang beberapa waktu lalu
Lumajang, Motim - Komisi C DPRD Lumajang terus meminta kepada pihak terkait agar melakukan pengawasaan dan penertiban tambang ilegal. Pendataan juga perlu dilakukan, agar bisa mengetahui mana lokasi tambang yang legal dan illegal.

Ketua Komisi C DPRD Lumajang, H. Suigsan juga meminta kepada Dinas Satpol PP Lumajang untuk terus turun ke berbagai kawasan tambang di Lumajang. Pihaknya juga sudah melakukan sidak di lokasi tambang.

Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pasir. Perolehan PAD di Lumajang masih di bawah target, menurutnya yang disebabkan oleh bocornya PAD dari sektor pertambangan ini.

“Jelas terjadi kebocoran untuk PAD. Sampai saat ini PAD dari sektor pertambangan ini baru dicapai sekitar Rp 2,3 milyar dari target Rp 17 milyar setahun,” katanya.

Jika tidak segera dilakukan pengawasan dan penertiban, maka saya yakin target ini tidak akan dicapai. Komisi C secara berturut-turut melakukan sidak di tambang pasir wilayah selatan Lumajang.

Dalam sidak ini, Anggota Komisi C juga melakukan dialog dengan pengusaha penambangan pasir yang legal untuk meminta masukan terkait dengan penyelamatan PAD Lumajang. Hasilnya jumlah kendaraan pengakut pasir sangat banyak setiap harinya.

“Tahun 2017 kemarin di Kecamatan Pronojiwo diketahui keluar sekitar 500 truk perhari dari kawasan tambang illegal. Jika satpol PP tidak jeli melihat masalah ini, maka tidak menutup kemungkinan tambang illegal ini akan marak kembali,” kata H. Suigsan.

Dijelaskan pula, sekarang ini kebutuhan akan pasir meningkat tajam dari berbagai proyek nasional yang dikerjakan oleh BUMN. Pasir Lumajang menjadi prioritas untuk digunakan, karena kualitasnya yang sangat baik.

“Sekarang ini ijin yang keluar baru 20 perusahaan dari 40 perusahaan yang mengajukan. Karena kebutuhan yang sangat besar, maka potensi tambang liar sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pasir yang sangat besar tersebut,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: