Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

A’ak Abdullah Al Kuddus saat melapor ke Komnas HAM
A’ak Abdullah Al Kuddus saat melapor ke Komnas HAM
Lumajang, Motim - Aksi pengerusakan terhadap posko Laskar Hijau dan tanaman konservasi kawasan hutan gunung Lemongan Desa Papringan, Kecamatan Klakah, pada Minggu (18/3), akhirnya dilaporkan ke Komnas HAM Jawa Timur, bertempat di gedung rektorat kampus Universitas Negeri Jember.

Laporan Laskar Hijau diterima langsung oleh ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Danamik didampingi oleh DR. Kasdiyanto, selaku Sekjen Komnas Ham dan Sandrayati Moniago juga Muhamad Choirul Anam selaku komisioner Komnas HAM.

Koordinator Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al Kuddus didampingi 2 relawan Laskar Hijau juga perwakilan dari Walhi Jawa Timur LBH Surabaya kepada Memo Timur menyampaikan, dirinya bersama puluhan relawan Laskar Hijau melakukan penghijaun di kawasan hutan lindung gunung Lemongan sejak tahun 2008 yang kala itu rusak parah akibat illegal logging sekitaran tahun 1998-2002.

Sekitar 2000 hektar hutan lindung di gunung Lemongan kondisinya kritis. Tak hanya itu, akibat lain adalah banyak sumber mata air mati, 13 Ranu yang terletak di sekitaran gunung Lemongan mengalami penurunan debit air dan sedimentasi. Pada Tahun 2007, Ranu kembar yang terletak di wilayah Desa Salak, Kecamatan Randuagung mati dan kering.

Melihat kondisi itu kemudian Laskar Hijau bersama relawan melakukan penghijauan secara swadaya. Berbagai bibit pohon mengutip di tempat-tempat sampah kemudian disemaikan, setelah tumbuh lalu ditanam saat musim hujan turun.

“Kami bersama relawan Laskar Hijau tidak mau kondisi gunung Lemongan kritis. Makanya kami hijaukan dengan berbagai tanaman konservasi sebagai upaya antisipasi terjadinya bencana tanah longsor,” katanya.

Selama melakukan penghijauan, Laskar Hijau sering mendapat teror dari pelaku perusak hutan seperti tanaman konservasi dirusak dengan cara ditebang juga dibakar. Ancaman hingga ke aksi penganiayaan juga dialami oleh keluarga salah satu relawan Laskar Hijau.

“Pada 13 Maret 2018 kemarin, Posko Laskar Hijau yang terletak di kawasan hutan gunung Lemongan dirusak, ratusan tanaman konservasi yang ditanam oleh relawan Laskar Hijau juga dibabati. “Setahun dapat teror dan pengerusakan minimal 2 kali,” ucapnya.

Namun, kondisi ini tidak sebanding lurus dengan penegakan hukum dari aparat yang berwenang, sehingga teror terhadap relawan Laskar Hijau dan pengerusakan hutan lindung gunung Lemongan kian meluas dan masif. Hal ini yang mendorong Laskar Hijau kemudian melaporkan ke Komnas HAM Jawa Timur.

Ada 3 hal yang dilaporkan ke Komnas HAM, pertama adalah soal pengerusakan hutan di kawasan hutan lindung gunung Lemongan menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor di sisi tenggara gunung lemongan. Akibat kejadian itu, warga sekitar gunung lemongan merasa tidak nyaman dan ketakutan, khawatir bencana tanah longsor kembali terjadi.

Kedua, soal penyerangan puluhan orang bersenjata tajam terhadap keluarga relawan Laskar hijau bernama Bu Ani diseret-seret di depan anak dan cucunya. Meski tidak mengalami luka, namun hingga saat ini korban mengalami trauma berat. “Kejadian itu sudah dilaporkan ke aparat kepolisian, hingga saat ini belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Ketiga adalah soal lambannya penanganan laporan Laskar Hijau maupun Perum Perhutani ke aparat kepolisian tentang pengerusakan hutan lindung gunung Lemongan yang berakibat komflik terus berkepanjangan dan tidak menutup kepentingan konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Kami bersama relawan Laskar Hijau berharap intervensi Komnas HAM terhadap kasus ini bisa mempercepat penyelesaian demi lestarinya hutan lindung gunung Lemongan tetap hijau,” pungkas A’ak (cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: