Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Komunitas sediakan baca buku gratis
Komunitas sediakan baca buku gratis
Lumajang, Motim - Literasi di Lumajang kian hari makin terlihat geliatnya. Bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Lumajang saja, yang bekerja keras. Para pemuda yang juga bergerak cepat untuk mewujudkan Lumajang sebagai Kabupaten Literasi.

Bicara literasi tidak melulu ada di perpustakaan atau di bangku sekolah. Kini jalanan bisa jadi tempat untuk mengembangkan literasi. Belakangan ini, literasi jalanan di Lumajang kian menggeliat.

Hal ini terlihat, makin banyak komunitas yang turun jalan. Menyediakan buku untuk dibaca secara gratis oleh masyarakat di emperan. Utamanya di tempat-tempat keramaian, seperti di Alun-Alun Lumajang.

Setiap malam minggu, misalnya komunitas Perpus Jalanan Lumajang selalu berada di Alun-Alun. Dengan membawa koleksi buku dari para komunitas, mereka membuka lapak baca untuk masyarakat. Untuk biaya trasportasi dan buku yang ada mereka tidak mengandalkan siapapun. Semua mandiri dari komunitas.

Pada acara Car Free Day (CFD) di Alun-Alun pada minggu pagi juga sama. Sejumlah komunitas serupa juga hadir sejak pagi. Dengan menyediakan berbagai macam buku, masyarakat bisa membaca secara gratis.

Ada komunitas dari Kamung Edukasi Jejak Pena, Rumah Baca Kita, Generasi Guciali, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lumajang, dan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI).

Masyarakat juga terlihat antusias untuk menikmati fasilitas gratis ini. Mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

A’an, dari Komunitas Perpustakaan Jalanan Lumajang menyampaikan, kegiatan ini digagas oleh dirinya bersama teman-teman yang sepemikiran. Teman-teman yang suka membaca. “Jadi kita bikin kegiatan yang bermanfaat,” ucapnya.

Secara materi, memang tidak ada keuntungan yang Ia dapat. Namun dari kegiatan positif yang dibikin, membuatnya dan teman-teman ada susuatu hal yang tak ternilai didapat. “Seacara fisik capek, tapi punya kepuasan tersendiri,” ujar pemuda asal Klakah itu.

Dirinya juga berharap, kegiatan ini bisa berdampak positif pada pemuda lainnya di Lumajang. Agar juga bisa membuat kegiatan positif. Kegiatan apa saja sesuai dengan kesukaan masing-masing. Agar bisa menjauh dari kegiatan negatif yang tidak ada gunanya.

“Perbanyak kegiatan kayak ini. Tidak harus sama. Yang penting pemuda bergerak dan berdampak,” pungkas pemuda lulusan STIE Widya Gama itu. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: