Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kasat Resnarkoba AKP Prio Purwandhito, SH
Kasat Resnarkoba AKP Prio Purwandhito, SH
Lumajang, Motim - Hampir setiap minggu, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus peredaran dan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu. Termasuk penyalahgunaan obat keras berbahaya seperti pil koplo berlogo Y juga DMP.

Dalam pengungkapan itu, turut diamankan pelaku lengkap dengan barang bukti (BB) narkotika juga obat keras berbahaya. Meski kerap melakukan pengungkapan, polisi masih enggan mengatakan Kabupaten Lumajang darurat Narkoba.

Kasat Resnarkoba, AKP Prio Purwandhito SH, mengatakan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di wilayah Kabupaten Lumajang masih dalam batas wajar, jika dibanding dengan kota besar lainnya. Intensitas pengungkapan juga masih kalah jauh dengan kota besar lainnya yang hampir setiap hari melakukan pengungkapan.

“Kalau menurut pandangan kami, Kabuaten Lumajang tidak darurat Narkotika. Soal peredaran dan penyalahgunaan Narkotika yang terjadi saat ini, masih dalam batas wajar saja,” katanya kepada Memo Timur, Rabu (14/3).

Namun demikian, Sat Resnarkoba terus menekan terjadinya peredaraan dan penyalahgunaan Narkotika, salah satunya dengan gencar melakukan operasi anti Narkoba dengan menangkap para pelaku Narkotika mulai dari pengguna, pengedar hingga pemasok agar Narkotika tidak terus berkembang di tengah masyarakat, utamanya di kalangan peserta didik.

“Kami berkomitmen untuk menyelamatkan masyarakat Lumajang utamanya peserta didik yang notabene sebagai kader penerus bangsa dari bahaya Narkotika. Karena dapat merusak mental yang bisa menghancurkan masa depannya,” ungkapnya lagi.

Masih kata Kasat Resnarkoba, dari sekian pelaku narkotika yang ditangkap menuturkan bahwa Narkotika sabu itu dibeli dari seseorang yang diketahui sebagai warga Madura. Cara membelinya melalui telepon kemudian bertemu di sekitar terminal bus. Seringnya kata pelaku bertemu di sekitar terminal bus Bungurasih Surabaya.

Sedang pil koplo dibeli di wilayah Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Juga sama pelaku bertemu di jalan atau di tempat sepi di wilayah perbatasan Lumajang dan Jember. Ketika ditanya siapa nama pemasok sabu maupun pil koplo dan dimana rumahnya, rata-rata pelaku mengaku tidak tahu.

Saat ini kata Kasat Resnarkoba, pihaknya fokus melakukan pemantauan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pemasok Narkotika. Identitas beberapa orang tersebut, sudah dikantongi oleh Tim Opsnal Sat Resnarkoba.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, usahanya berhasil melumpuhkan sindikat pelaku Narkotika, “Sekali lagi, Kabupaten Lumajang tidak darurat Narkotika,” pungkas Prio Purwandhito.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: