Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

 
Lumajang, Motim - Memo Timur Biro Lumajang kembali melakukan bakti sosial kepada warga Lumajang yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Eli Ermawati, gadis penderita kanker paru-paru dan tulang. Satu lagi kepada Ami Yuli, balita 2 tahun yang mengalami kelainan paru-paru.

Bantuan yang diberikan berupa sembako untuk kebutuhan sehari-sehari dan uang tunai untuk tambahan biaya kesembuhan. Bakti sosial ini juga bekerjasama dengan salahsatu donatur muda asal Lumajang, Agus Santoso. Ia merupakan seorang pengusaha yang sukses di Jakarta. Bakti sosial dilaksanakan juga dalam rangka HUT Memo Timur ke-17.

Pada Rabu (28/3) pagi, Redaksi Memo Timur Biro Lumajang lebih dulu mengunjungi kediaman Eli Ermawati di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian. Namun Eli tidak ada di rumah. Ia berada di RSUD Pasirian untuk menjalani perawatan. Sehingga bantuan diterima oleh pihak keluarga.

Eni Wijayati, kakak Eli menyampaikan, jika sejak Senin (26/3) lalu Eni dirawat di rumah sakit. Karena tubuhnya drop, kecapekkan. Beberapa hari sebelumnya, Ia baru saja menjalani rawat jalan di RS Saiful Anwar Malang.

“Tubuhnya panas sehingga kami bawa ke rumah sakit,” katanya pada Memo Timur.

Untuk biaya rumah sakit ditanggung oleh BPJS. Termasuk untuk biaya rawat jalan di Malang. Namun untuk transportasi kesana, keluarga Eli harus menggunakan uang pribadi. Untuk pergi ke Malang, pihak keluarga hanya mampu naik bus umum.

“Kalau mau carter mahal, bisa sampai Rp 700 ribu. Ada pihak desa yang punya kendaraan pribadi menawari kami, tapi kami tidak enak mau bilang-bilang kalau berangkan,” kata Eni.

Jadwal rawat jalan di Malang tidak pasti. Tergantung kondisi Eli. Jika tubuhnya fit dan dirasa mampu untuk perjalanan jauh, pihak keluarga memutuskan untuk berangkat. Dalam sebulan bisa sampai empat kali ke Malang.

Eli adalah adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Sugiarto dan Istina, kedua orangtuanya, dari keluarga yang kurang mampu. Tidak cukup biaya untuk perobatan Eli. Selama ini banyak mengandalkan bantuan dari pemerintah maupun orang-orang yang peduli.

“Keseharaian bapak bisanya dagang pisang. Kemudian ngurus sapi punya orang,” terang Eni.

Ia menambahkan, selama ini sudah ada beberapa bantuan yang diterima oleh keluarga. Diantaranya dari pihak kecamatan setempat. Serta pihak desa yang melakukan penggalangan dana bersama dengan komunitas.

“Terimakasih juga untuk Memo Timur yang telah peduli kepada kami,” ungkapnya.
Setelah mengunjungi rumah Eli, Memo Timur melanjutkan perjalanan ke kediaman Ami Yuli di Desa Besuk Kecamatan Tempeh. Ini merupakan rumah kontrakan, karena rumah pribadi sudah dijual oleh kedua orangtuanya, Saifudin dan Kasiati untuk biaya perobatan Ami Yuli.

Namun Memo Timur tidak menemui Ami Yuli dan kedua orangtuanya. Setelah menghubungi Saifudin, ternyata Ami Yuli sedang menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto. Memo Timur pun bergegas ke rumah sakit.

Sampai di rumah sakit, kedua orangtua menyambut kedatangan Memo Timur dengan senang hati dan berterimakasih atas bantuan yang diberikan. Namun Ami Yuli saat itu nampak lemas dan sesekali Ia merengek dalam dekapan ibunya. Saifudin menjelaskan, jika sudah beberapa hari belakangan ini anaknya sudah tidak mau makan. Sehingga tubuhnya lemas.

“Sudah empat hari dirawat disini, karena tidak mau makan. Kami takut,” jelasnya.

Sebelumnya, Ami Yuli sudah menjalani operasi pertamanya di RSUD dr. Subandi Jember. Rencananya, untuk kesembuhan total, pihak rumah sakit menyampaikan akan dilakukan operasi hingga 4 kali dalam kurun waktu 7 bulan.

Namun Ami Yuli harus menjalani rawat jalan. Tiap minggu harus ke Jember untuk memeriksa kondisi Ami Yuli. “Harus check up. Usai operasi, tiap minggu kami kesana. Namun nantinya bisa dua minggu sekali atau sebulan sekali,” kata Saifudin.

Untuk biaya operasi, sudah ditanggung oleh BPJS. Sementara di rumah sakit, dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang melalaui program untuk warga miskin. “Ada bantuan dari pemerintah untuk biaya perawatan disini,” ucapnya.

Ketika Memo Timur, bergegas pamit untuk pulang, kedua orantuanya kembali mengucapkan terimakasih atas kepedulian Memo Timur. “Terimakasih nggeh atas bantuan yang telah diberikan,” ujarnya.

Mujibul Choir dari Memo Timur Biro Lumajang menyampaikan, ini merupakan program berkala dari redaksi. Memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. “Meskipun nilainya tidak besar. Namun diharapkan bisa meringankan beban mereka,” ucapnya.

Lanjutnya, Ia berharap pula ada donatur lainnya di Lumajang selain Agus Santoso, yang bisa membantu warga kurang mampu di Lumajang. “Berharap ada orang lain yang termotivasi untuk ikut membantu,” jelasnnya. (cho/fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: