Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » » Meski jadi Objek Wisata Sejarah, Situs Biting Sepi Pengunjung

Bekas menara pengawas milik Kerajaan Lamajang Tigang Juru
Bekas menara pengawas milik Kerajaan Lamajang Tigang Juru
Lumajang, Motim - Kawasan Situng Biting di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono memang sudah dikenal sebagai objek wisata sejarah. Bahkan Desa Kutorenon telah ditetapkan sebagai desa wisata. Sesuai dengan program pemerintah, satu kecamatan satu desa wisata.

Namun, meski jadi objek wisata, nampaknya Situs Biting ini sepi pengunjung. Berbeda dengan objek wisata lainnya di Lumajang. Desa wisata yang telah dicanangkan juga tidak berjalan sepertinya.

“Jarang ada yang berkunjung ke sini mas,” kata Mariani, salah satu warga setempat.

Aset bersejarah yang kurang terawat, menjadi salah satu alasan kenapa lokasi ini sepi wisatawan dari lokal maupun luar daerah. Padahal Situs Biting yang merupakan lokasi Benteng Kerajaan Lamajang Tigang Juru, memiliki nilai sejarah luar biasa di masa Majapahit.

“Kalau orang yang datang untuk mancing banyak di sini. Malam hari juga ada,” lanjutnya. Seperti diketahui, salah satu bekas bangunan bersejarah yang ada, lokasinya memang dekat dengan sungai.

Sementara pengunjung yang datang ke Situs Biting biasanya, adalah para pelajar bersama gurunya yang ingin mengetahui secara langsung bekas peninggalan bersejarah. Kawasan ini kadang juga ramai pengunjung saat ada even tertentu. Seperti Hari Jadi Lumajang (Harjalu).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Deni Rohman sudah meninjau langsung ke Situs Biting pada waktu lalu. Saat salah satu bangunan bersejarah roboh. Bekas menara pengawas kerajaan roboh akibat terkikis luapan sungai yang ada di dekatnya.

Deni menyampaikan, pihaknya akan mencoba memaksimalkan aset yang ada untuk menjadi destinasi wisata yang bagus. Salah satunya dengan berkoordinasi dengan lintas sektor. “Bersama dengan dinas yang lain,” katanya.

Selama ini memang Kawasan Situs Biting bukan termasuk program prioritas dalam wisata. Selanjutnya, kawasan ini rencananya akan diprioritaskan. Sehingga ada anggaran untuk perawatan yang disediakan.

Sebagai langkah awal, Ia berupaya ada perbaikan terlebih dahulu. Agar aset yang ada tidak semakin rusak. “Kita akan lakukan pengamanan wilayah dulu. Kita berkoordinasi dengan teman-teman (pemerintah) provinsi,” terangnya.

Sementara upaya penanganan darurat sudah dilakukan dengan memasang pagar dari bambu serta tanggul dari zak berisi tanah. Agar luapan sungai tidak kembali merusak aset sejarah di sana. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: