Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Musrenbang Kabupaten Lumajang 2019
Musrenbang Kabupaten Lumajang 2019
Lumajang, Motim - Arah pembangunan di Kabupaten Lumajang pada 2019 mendatang sudah mulai dipersiapkan sekarang. Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat kabupaten sudah digelar, Rabu (21/3) pagi.

Sekretaris Daerah, Drs. Gawat Sudarmanto menjelaskan, untuk menentukan prioritas pembangunan kali, harus melihat isu strategis sebagai dasar rencana program. Seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pariwisata, Infrastruktur, dan Pelayanan Publik.

Dengan mengusung tema “Percepatan kesejahteraan melalui peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ada tiga sektor yang menjadi super prioritas pembangunan. Yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan daya saing daerah.

Namun prioritas pembangunan ini bukan berarti meninggalkan sektor pokok lainnya. Ada sejumlah kendala yang harus dipecahkan Pemkab Lumajang agar pembangunan berjalan dengan baik. Sesuai dengan yang direcanakan. Realisasinya maksimal.

Misalnya untuk pariwisata. Gawat memaparkan, dalam pengembangan pariwisata di Lumajang butuh kerja ekstra keras. Pasalnya, meskipun destinasi wisata di Lumajang sudah banyak dikenal namun sejauh ini belum memuaskan.

“Siapa yang tidak tahu wisata di Lumajang, tapi peningkatannya tidak signifikan,” ucapnya saat membuka Musrenbang 2019 di Gedung Sujono.

Seperti diketahui, destinasi wisata di Lumajang bukan hanya dikenal wisatawan lokal, namun juga skala nasional bahkan internasional. Ada beberapa hal yang menjadikan pariwisata tidak berkembang dengan baik.

Diantaranya, destinasi wisata yang ada hampir semua berada di wilayah milik Perhutani. “Kita ketahui bersama, potensi wisata di Lumajang, 80 persen di wilayah Perhutani,” kata Gawat.

Untuk itu, perlu adanya sinergitas yang lebih baik dengan Perhutani. Agar potensi wisata yang ada bisa dikelolah secara maksimal. Lebih bagus dari tahun ke tahun. “Perlu ada kerjasama yang baik,” terangnya.

Sementara, mengenai efektifitas pelayanan publik. Gawat menegaskan, agar pelayanan publik di Lumajang bisa lebih berbenah diri. Pasalnya ada sejumlah pelayanan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapat catatan buruk.

“Ada pelayanan publik yang berada di garis merah, saya harap nanti ada di garis hijau,” jelasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), Ir. Nuhroho Dwi Atmoko menyampaikan, pembahasan pada Musrenbang kali ini mengacu pada hasil Musrenbang di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan sebelumnya.

Ia memaparkan, untuk bidang fisik ada 287 usulan program dan kegiatan dengan nilai anggaran Rp 1,08 triliun. Bidang ekonomi ada 337 program dan kegiatan dengan nilai anggaran Rp 274,1 miliar. Bidang sosial budaya ada 1.462 kegiatan dan program dengan nilai anggaran Rp 636,3 miliar.

Agar kualitas Musrenbang ini lebih bagus, Nugroho menyebut ada beberapa terobosan inovatif yang telah dan akan dilaksanakan. Pertama, sistem mekanisme atau birokrasi pengusulan program kegiatan. Kedua, melakukan Focus Group Discusion (FGD) per bidang pembangunan.

“Kegiatan pemangkasan sistem mekanisme tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi,” ucapnya.

Kegiatan FGD telah dilakukan melalui diskusi-diskusi kelompok di bawah koordinasi bidang-bidang teknis Bappeda Lumajang. “Dengan tujuan diperoleh sinkronisasi dan integrasi program atau kegiatan antar OPD yang selaras,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: