Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Plt Bupati dr. Buntaran
Plt Bupati dr. Buntaran
Lumajang, Motim - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lumajang, dr. Buntaran menyampaikan, banyaknya produk makanan yang tidak mengindahkan kesehatan, di pasaran, sangat membahayakan konsumen. Pasalnya, makanan tersebut mengadung zat kimia dan menggunakan bahan pengawet, maupun pemanis buatan.

“Zat kimia dan bahan pengawet yang dicampur dengan produk makanan, kemudian dikonsumsi secara rutin dalam jangka lama, akan membahayakan munculnya berbagai penyakit,” katanya. saat membuka Sosialisasi Bahan Berbahaya Pada Pangan dan Pengaruhnya Pada Kesehatan, di Gedung Guru, Sabtu pagi (17/3).

Melalui sosialisasi ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat. “Masyarakat harus sadar, bahaya zat kimia dan bahan pengawet dalam makanan yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengujian Terapetik, Narkotika dan psikotropika dan Obat Tradisional Kosmetik dan Produk Komplemen, Dra. Endah Setijowati, Apt., menjelaskan bahwa dampak dari mengkonsumsi makanan dan obat palsu membawa kerusakan terhadap fungsi - fungsi tubuh dalam jangka panjang.

“Misalnya kerusakan jantung akibat mengkonsumsi jamu botolan, kerusakan hati, gagal ginjal dan sebagainya,” katanya.

Masalah utama keamanan pangan adalah penggunaan pemanis dan pengawet yang melebihi takaran, penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B serta methanil yellow.

“Bahaya lainnya adalah, keracunan setelah mengkonsumsi pangan, akibat kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan makanan sehat,” ujarnya.

Oleh karena itu, keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus melekat pada pangan yang hendak dikonsumsi oleh semua masyarakat. Pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan.

“Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari bahaya biologis, kimia dan fisikis dan penanganan pangan yang baik dapat membuat pangan menjadi terbebas dari bahaya tersebut,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: