Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kondisi posko Laskar Hijau dan pohon yang dibabati
Kondisi posko Laskar Hijau dan pohon yang dibabati
Lumajang, Motim - Posko Laskar Hijau yang terletak di kawasan gunung Lemongan wilayah Desa Papringan, Kecamatan Klakah, yang sudah bertahun-tahun berfungsi sebagai basecamp relawan konservasi dan pos pantau kebakaran hutan dan lahan dirusak orang tak dikenal, Rabu pagi (13/3).

Perusakan terjadi pada bangunan posko bagian depan, kamar mandi serta bak penampung air yang berfungsi untuk menyiram berbagai tanaman konservasi yang ada kawasan hutan gunung Lemongan, jika musim kemarau tiba.

“Selain merusak posko Laskar Hijau, pelaku juga menebangi ratusan tanaman konservasi yang ditanam sejak Tahun 2008, semisal pohon Durian, Manggis, Leci dan banyak lagi tanaman konservasi lainnya Mas,” kata koordinator Laskar Hijau, A’ak Abdullah Al-Kudus.

Menurut analisa tim Investigasi Laskar Hijau, perusakan itu diperkirakan dilakukan pada tengah malam. Apabila melihat banyaknya jumlah pohon yang dirusak dengan cara ditebang, pelakunya lebih dari 2 orang, bisa lebih.

“Kami melihat, perusakan ini sangat masif dan terencana. Mustahil sekali, jika perusakan posko dan ratusan tanaman konservasi ini dilakukan secara tiba-tiba oleh pelaku,” tuturnya.

Kira-kira apa motif dari perusakan ini, A’ak Abdulloh Al-Kudus mengatakan setidaknya ada dua hal yaitu Laskar Hijau dianggap sebagai penghambat oleh oknum masyarakat yang pekerjaannya merambah hutan lindung untuk dijadikan sebagai kebun sengon Albasia dan dirawat hingga panen.

Ada juga ketika tanaman sengonnya sudah mulai tumbuh subur lalu dijual kepada orang lain, kemudian oknum ini membuka lahan baru dan seterusnya. Padahal, Laskar Hijau bersama relawan menanam berbagai tanaman konservasi berkerja sama dengan Perum Perhutani, pemerintah Kabupaten (Pemkab), Polres Lumajang juga Kodim 0821 serta masyarakat bermaksud untuk menjaga ekosistem di Gunung Lemongan kembali hijau.

Tak kalah pentingnya adalah sebagai upaya antisipasi bencana tanah longsor. “Apabila gunung Lemongan hijau dengan berbagai tanaman konservasi, dipastikan tidak mudah terjadi longsor meski hujan deras mengguyurnya. Karena, akar sebagai penyanggah tebing sudah kuat,” terangnya.

Kedua pelaku berani melakukan perusakan terhadap posko Laskar Hijau dan tanaman konservasi, karena menganggap tidak konsekwensi hukum. Apalagi beberapa kasus perusakan hutan yang sudah dilaporkan ke Polres Lumajang tak satupun pelakunya yang dihukum.

Contoh laporan Laskar Hijau terhadap Parmanto yang terbukti merusak tanaman hutan lindung untuk dijadikan lahan kebun sengon. Kasusnya sudah dilaporkan tertanggal 29 April 2017 ke Polres Lumajang. Tapi, hingga saat ini pelaku tidak ditahan dan masih berkeliaran bebas.

Contoh lain, Laskar Hijau juga melaporkan Tamin tertanggal 24 Juli 2017, karena terbukti membuka lahan di kawasan hutan lindung dengan cara membakar hutan. Namun, hingga saat ini pelaku juga tidak ditahan.

Padahal, pelaku bersama kelompoknya sempat menyerang rumah salah satu relawan dan menyeret-nyeret ibunya dari relawan itu hingga cidera. “Nasibnya laporan itu sama, pelaku hingga saat ini tidak ditahan,” jelasnya.

Relawan Laskar Hijau bidang hukum, Hari Kurniawan, SH Menambahkan, langkah yang dilakukan Laskar Hijau melaporkan kepada aparat kepolisian terkait pembakaran hutan lindung sudah sesuai dengan aturan yang ada yaitu peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. P.23/MEN LHK/Setjen/Set.1:3/2017 tentang tata cara pengelolaan dan pengaduan dugaan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup atau perusakan hutan.

“Tapi sampai 1 Tahun laporan Laskar Hijau kurang lebih 17 laporan kurang mendapat respon yang positif dari pihak Polres Lumajang,” tambahnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH belum berhasil dikonfirmasi oleh Memo Timur terkait dengan kejadian perusakan posko Laskar Hijau juga ratusan tanaman konservasi di kawasan hutan gunung Lemongan.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: