Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Pantai Dampar, salah satu potensi wisata di Lumajang
Pantai Dampar, salah satu potensi wisata di Lumajang
Lumajang, Motim - Sekitar 80 persen potensi wisata di Lumajang berada di kawasan Perhutani. Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Perhutani sudah melakukan kerjasama untuk pengembangan wisata di kawasan Perhutani sejak 2017. Namun, hingga kini pengelolaan potensi wisata di kawasan Perhutani dinilai masih belum maksimal.

“Kita sudah welcome dengan Pemkab Lumajang, tinggal ditindaklanjuti lagi kerjasama tersebut. Harapannya ada perjanjian kerjasama per item,” ujar Waka KSKPH Perum Perhutani Lumajang, H. Mukhlisin, S.Hut, Minggu (25/3), pada Memo Timur.

Selama ini masih sedikit potensi wisata yang dikelolah bersama. Hanya 20 persen diantaranya saja yang sudah jelas pengelolaannya dan berjalan dengan bagus. Seperti Pantai Bambang, Pantai Wotgalih, dan Air Terjun Kapas Biru.

Sementara untuk Pantai Dampar, yang sempat ada polemik dengan masyarakat setempat sudah mulai diselesaikan. Sebelumnya masyarakat enggan Perhutani ikut campur dalam pengelolaan pantai tersebut. “Pantai Dampar sudah ada solusi,” katanya saat ditemui di rumah dinasnya.

Sedangkan untuk Kawasan Puncak B29, sampai saat ini Mukhlisin masih belum puas dengan penglolaan di sana. Memang masih belum maksimal, lantaran proses pembangunan infrastruktur pendukung masih belum selesai.

“Untuk B29 kita sudah kerjasama, namun masih belum menerima manfaatnya,” ungkapnya.

Ia memiliki ide, agar di B29 diterapkan satu tiket pembayaran bagi wisatawan, yang sudah termasuk retribusi tiket masuk dan pembayaran ojek. “Sehingga harga jasa ojek bisa merata di sana,” tegasnya.

Dalam pengelolaan wisata dengan Perhutani, diwajibkan melibatkan warga setempat agar menerima manfaat atas kerjasama ini. “Seperti LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat harus dilibatkan,” jelasnya.

Selain yang disebutkan di atas, ada sejumlah potensi lainnya di wilayah Perhutani yang sudah dikelolah namun tidak melibatkan Perhutani. Untuk itu Ia berharap, yang akan datang ada kejelasan mengenai kerjasama.

“Seperti segitiga ranu, itu di kawasan Perhutani. Namun saat ini jalan sendiri. Beberapa potensi wisata lainnya juga sama. Ada yang dikelolah oleh desa atau masyarakat setempat,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: