Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan


Lumajang, Motim - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Lumajang meminta laporan pengerusakan Alat Peraga Kampanye (APK) milik pasangan calon (paslon) As’at-Thoriq agar dilengkapi. Liaison Officer (LO) Tim Sukses paslon nomor urut dua resmi melayangkan laporan pada Senin (19/3) lalu.

Ketua Panwaskab Lumajang, Akhmad Mujaddid menyampaikan, ada beberapa syarat formil dan materiil yang belum dilengkapi. “Jadi kita terima sebagai informasi awal. Agar diterima sebagai laporan harus dipenuhi yang lainnya,” katanya pada Memo Timur, Rabu (21/3).

Kelengkapan laporan yang masih kurang itu seperti identitas pelapor, saksi, barang bukti, dan juga terlapor atau tertuduhnya. Jika semua syarat ini dipenuhi, Panwaskab akan bergerak untuk memproses hal ini.

Pelapor harus memenuhi kelengkapan formil dan materiil maksimal 7 hari setelah laporan dibuat. “Surat itu tertanggal 17 Maret 2018, jadi paling lambat pada 23 Maret 2018 sudah harus dilengkapi,” ujarnya.

Namun jika pada batas waktu masih belum dipenuhi, laporan itu tidak bisa diproses. “Tidak bisa diterima, jika ada laporan hal atau kasus yang sama. Tidak bisa dilaporkan dua kali. Meskipun pelapornya berbeda,” tegasnya.

Menanggapi fenomena pengerusakan APK saat ini. Karena terjadi pada APK semua paslon, pihaknya hanya memiliki porsi pengawasan dan pencegahan saja. “Jika ada pengerusakan oleh manusia, bukan alam, bisa dilaporkan. Karena itu arahnya ke pidana juga,” pungkasnya. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: