Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

» » » » » Terjadi Pendangkalan hingga 4 Meter, Kondisi Ranu Pani makin Memprihatinkan

Kondisi Ranu Pani
Kondisi Ranu Pani
Lumajang, Motim - Kondisi Ranu Pani beberapa tahun belakangan kian memprihatinkan. Salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Lumajang ini mengalami pendangkalangan. Butuh upaya kongkrit dari semua pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan. Agar kondisi ranu bisa kembali seperti dulu lagi.

Dari laporan Taman Nasioanl Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terjadi pendangkalan hingga 4 meter pada ranu yang terletak di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro. Padahal dulu kedalamannya mencapai 15 meter.

Adanya penyusutan debit air, juga mengakibatkan terjadinya penyempitan Ranu Pani. Dulu luasnya mencapai 7 hektare. Namun sekarang tersisa 4 hektare. Sehingga di sekitar ranu yang tidak terisi air, nampak seperti tanah lapang.

“Memang permasalahannya harus diselesaikan bersama,” kata Budianto, dari TNBTS. Bukan hanya dari TNBTS, dari masyarakat setempat juga harus diajak mengatasi hal ini. Termasuk dari Pemkab Lumajang.

Persoalan Ranu Pani, kata dia, sebenarnya sudah klasik. Ada sejumlah penyebab yang membuat terjadinya pendangkalan Ranu Pani. Diantaranya sistem pertanian di sana yang harus diubah.

“Di Ranu Pani itu cocok tanamnya di lahan yang terjal. Harusnya menggunakan sistem tera siring,” ungkapnya dalam Diskusi bersama Komunitas Njagong Film Lumajang di Kafe Wiera, Selasa (13/3), malam. Dengan kondisi lahan seperti itu, air hujan tidak banyak mengalir ke ranu.

Pada beberapa kali kesempatan, sudah disampaikan pada masyarakat untuk mengubah pola tanam di sana. Namun nyatanya perlu upaya lebih keras lagi untuk menyadarkan masyarakat. Pasalnya para petani masih berpegang teguh pada sistem yang lama.

“Para petani mengatakan, dari sistem seperti itu saja sudah untung, ngapain harus ditera siring,” ujarnya.

Untuk mengubah sistem dan pola tanam di sana, Budianto menegaskan, mungkin dari Dinas Pertanian bisa melakukan upaya. “Kalau tidak Ranu Pani makin lama bisa makin kritis,” tegasnya.

Sementara langkah dari TNBTS, adalah akan melakukan pembersihan tanaman yang banyak tumbuh menutupi permukaan ranu. Dalam pembersihan ini mungkin akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang untuk masalah alat.

“Kita harus bersihkan dulu agar kelihatan airnya. Kemudian kita keruk,” pungkasnya.

Beberapa upaya sebelumnya untuk menyelamatkan ranu sudah dilakukan oleh berbagai pihak dan kalangan. Dari aktifis lingkungan juga sudah. Seperti penanaman pohon di sekitar Ranu Pani. (fit)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: