Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kedua pendah motor curian
Kedua pendah motor curian
Lumajang, Motim - Tim Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang berhasil mengungkap aksi pencurian sepeda motor Tempat Kejadian Perkara (TKP) depan kantor jasa pengiriman Pandu Logistik jalan taman Toga, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Kota Lumajang pada 10 Oktober 2017.

Aksi pencurian sepeda motor itu terungkap, setelah Tim Resmob menangkap 2 orang yang diduga sebagai penadah barang hasil curian. Kedua pelaku itu adalah Holili bin Suhan (26), warga Dusun Pager Gunung, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah dan Bunadi alias Hajir bin Nardi (35), warga Dusun Karangrejo, Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit.

Turut diamankan 3 unit sepeda motor diantaranya 1 unit Honda Beat warna biru, TKP depan kantor Pandu Logistik dan 2 unit Honda Beat warna hitam, nomor rangka dan mesin rusak. “Pelaku ditangkap pada hari Rabu (7/3), sekitar pukul 22.00 WIB,” tutur Kasat Reskrim, AKP Roy Aquary Prawirosastro, SH, Kamis (8/3).

Tim Resmob berhasil mengungkap kasus ini bermula dari laporan korban bernama Amrulloh Zaenal Arifin (26), warga Dusun Krajan, Desa Kedawung, Kecamatan Padang, yang melaporkan apabila sepeda motor Honda Beat miliknya yang diparkir di depan kantor Pandu Logistik hilang.

Atas laporan itu, Tim Resmob terus melakukan penyelidikan. 4 bulan kemudian, Tim Resmob memperoleh petunjuk apabila sepeda motor dengan ciri-ciri mirip dengan milik korban sering dikendarai Holili. “Holili kami tangkap berikut BB motor yang mirip milik korban di sekitar pasar Klakah,” katanya.

Saat diinterogasi, Holili mengaku jika sepeda motor itu dibeli dari Bunadi alias Hajir. Tim Resmob pun terus mencari Bunadi alias Hajir dan berhasil ditangkap di sekitaran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Klakah.

Keterangan yang diperoleh dari Bunadi alias Hajir, jika sepeda motor yang dijual ke Holili itu didapat dari temannya bernama Dikin. Tim Resmob terus mendatangi rumahnya lalu menggerebeknya. Tapi gagal, diduga Dikin sudah kabur.

Kini Holili bersama Bunadi alias Hajir telah mendekam di rumah tahanan Polres Lumajang. Akibat perbuatannya, keduanya dijerat pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan dipidana hukuman penjara paling lama 4 Tahun.

“Ternyata, Dikin itu residivis dan sudah 3 kali masuk penjara. Tapi, kami pastikan segera tergaet Mas,” tegas Kasat Reskrim.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: