Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Head Line News

Peristiwa

Politik

Pemerintahan

Kriminal

Pendidikan

Kondisi di Pura Mandagiri Semeru Agung
Kondisi di Pura Mandagiri Semeru Agung
Lumajang, Motim - Sekitar seribu umat Hindu yang berasal dari wilayah Kecamatan Senduro, Kecamatan Gucialit, Kecamatan Pasrujambe ditambah dari wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, melakukan upacara Melasti di pantai watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Minggu (11/3).

Sebelum berangkat ke pantai Watu Pecak, umat Hindu dari beberapa kecamatan tersebut melakukan beberapa ritual di Pura Mandagiri Semeru Agung Desa/Kecamatan Senduro. Usai melakukan ritual, sekitar seribu umat Hindu terus menuju ke pantai Watu Pecak, menggunakan truck, mobil pribadi serta sepeda motor.

“Untuk kelancaran di jalan, kami rombongan umat Hindu mendapat pengawalan dari petugas Polsek Senduro dan Sat Lantas Polres Lumajang. Tak lupa kami sampaikan terima kasih,” kata ketua Parisada Hindu Darma Indonesia Kabupaten Lumajang, Edi Suminto via teleponnya.

Lanjut Edi Suminto, upacara Melasti bagi umat Hindu merupakan upacara pembersihan diri yang disebut Buana Alit dan pembersihan alam yang disebut Buana Agung. Dengan upacara ini diharapkan akan tercipta ketenangan dan kesejahteraan sehingga tercipta rasa aman.

Setelah melakukan upacara Melasti di pantai Watu Pecak ini, umat Hindu terus kembali ke Pura masing-masing untuk melakukan persembahyangan setiap pagi dan sore hingga tanggal 16 Maret mendatang, berharap kepada Tuhan agar semua unsur yang membangun alam semesta dalam keadaan harmonis.

Pada Jum’at (16/3) sore, umat Hindu melakukan upacara pangarupukan yang dilanjutkan dengan mengarak Ogoh-Ogoh yang merupakan simbol kekuatan negatif yang ada di alam semesta dan diri kita supaya di nol kan dan berharap kepada Tuhan diturunkan kekuatan positif sehingga kedepan menjadi umat Hindu yang lebih baik lagi.

Pada Sabtu (17/3), mulai pukul 06.00 WIB, umat Hindu melakukan upacara Nyepi dan berakhir Senin (18/3), pukul 06.00 Wib. Saat melaksanakan Nyepi, umat Hindu tidak melakukan kegiatan atau bekerja (Amati Karya), tidak boleh menyalakan lampu atau api (Amati Geni), tidak boleh bepergian (Amati Lelongon) dan tidak boleh mengadakan rekreasi, bersenang-senang (Amati Lelanguan).

“Dalam suasana sepi sunyi itulah umat Hindu bisa merasakan dan mengetahui segala kekurangan dan kelebihannya. Melalui upacara Nyepi ini diharapkan seluruh umat Hindu lebih hidup sejahtera, damai serta lebih baik lagi,” jelasnya.(cho)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: